Bupati Muara Enim, Edison, terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia ditangkap atas dugaan menerima pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Muara Enim.
Dilansir dari detikNews, KPK telah melakukan gelar perkara. KPK mengatakan akan segera menetapkan pihak sebagai tersangka.
"Dalam perkara ini, dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati terkait dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim," jelas Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat dari sisi lain, harta kekayaan Edison menjadi sorotan. Sebagai pejabat negara, Edison punya kewajiban untuk melaporkan kekayaannya setiak tahun melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan LHKPN periode 2025 yang dilaporkan Edison pada 27 Maret 2026, total harta kekayaannya sebesar Rp 16.030.192.000. Adapun sebagian besar hartanya berupa properti dengan total nilai Rp 14.180.192.000 atau Rp 14 miliar. Berikut ini koleksi tanah dan bangunan milik Edison.
1. Tanah dan bangunan seluas 719 m2/300 m2 di Kab/Kota Kota Palembang, hasil sendiri Rp 1.274.068.000
2. Tanah seluas 579 m2 di Kab/Kota Kota Palembang, hasil sendiri Rp 173.700.000
3. Tanah seluas 2.617 m2 di Kab/Kota Kota Palembang, hasil sendiri Rp 4.637.324.000
4. Tanah seluas 500 m2 di Kab/Kota Banyuasin, hasil sendiri Rp 75.000.000
5. Tanah seluas 1.277 m2 di Kab/ Kota Kota Prabumulih, hasil sendiri Rp 383.100.000
6. Tanah dan bangunan seluas 16.830 m2/1 m2 di Kab/ Kota Kota Palembang, hasil sendiri Rp 6.732.000.000
7. Tanah seluas 104 m2 di Kab/Kota Kota Palembang, hasil sendiri Rp 280.000.000
8. Tanah seluas 2.500 m2 di Kab/Kota Banyuasin, hasil sendiri Rp 625.000.000
Selain properti, Edison juga punya harta transportasi dan mesin berupa mobil. Ia mempunyai mobil Toyota Alphard tahun 2010 dari hasil sendiri senilai Rp 125 juta. Lalu, ada mobil Toyota Fortuner Minibus tahun 2019 dari hasil sendiri senilai Rp 380 juta.
Kemudian, ia mempunyai harta bergerak lain senilai Rp 705 juta, kas dan setara kas sebanyak Rp 140 juta, dan harta lainnya senilai Rp 500 juta. Dengan harta kekayaan tersebut, total kekayaan Edison mencapai Rp 16.030.192.000 atau Rp 16 miliar.
(dhw/zlf)











































