×
Ad

Jokowi Effect, Harga Tanah di Colomadu Naik Rp 4 Juta per Meter

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 02 Jun 2026 17:17 WIB
Suasana lokasi pembangunan rumah pensiun Jokowi di Colomadu, Karanganyar, Jumat (1/8/2025). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Jakarta -

Ketua Realestat Indonesia (REI) Komisariat Surakarta Oma Nuryanto mengklaim nilai tanah di Colomadu meningkat sejak rumah pensiun Presiden ke-7 Joko Widodo dibangun. Nilainya kini tembus Rp 9 juta per meter persegi.

"Memang karena Pak Jokowi juga Presiden atau mantan Presiden juga akan mendongkrak harga tanah di sekitaran Colomadu," kata Oma kepada detikcom pada Selasa (2/6/2026).

Selain itu, alasan harga tanah di Colomadu naik dalam dua tahun terakhir ini karena akses Jalan Adipati yang sudah menghubungkan ke jalan tol dan Bandara Internasional Adi Soemarmo (SOC).

Pada awalnya nilai tanah di Colomadu sekitar Rp 5 juta per meter persegi, kata Oma. Kemudian, nilainya meroket sekitar Rp 7-9 juta per meter persegi.

"Kurang lebih ya karena tergantung luas tanah juga. Yang sekarang ya range (sekitar) Rp 9 juta sampai Rp 7 sampai Rp 8 juta. Tergantung luas tanahnya juga. (Semakin luas?) Semakin murah karena luasan 500 meter persegi sama 2.000 meter persegi otomatis lebih mahal yang kecil," jelasnya.

Meski begitu, nilai lahan di Colomadu bukan nilai tertinggi se-Karanganyar. Colomadu hanya salah satu yang tertinggi.

Oma mengatakan lahan sekitar rumah pensiun Jokowi saat ini banyak yang berminat dan rata-rata diperuntukkan sebagai kawasan komersial, bukan perumahan.

"Komersil. Ada hotel, ada ruko, ada restoran. Banyak sih," sebutnya.

Ke depannya, Oma menaksir Colomadu akan menjadi kawasan elite seperti Surabaya dengan nilai tanah yang semakin tinggi dan perkembangannya yang pesat.

"Satu karena aset jalan tol sama bandara. Kedua, di sana juga lokasi berkembang. Ada perhotelan. Di samping wisatanya," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan detikJateng pada Oktober 2025, progres pembangunan rumah pensiun Jokowi di Colomadu, Karanganyar sudah tampak fisiknya setelah setahun dibangun. Terlihat dari bagian atap bangunan sudah tampak dari luar area pembangunan. Pada halaman depan terlihat banyak tanaman berbunga dan pohon yang tampak asri.

Pada bagian belakang, terlihat bangunan dua lantai. Rumah tersebut sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan. Terlihat atap sudah terpasang pada bangunan berbentuk L tersebut.

Kades Blulukan, Slamet Wiyono, mengungkapkan pembangunan rumah pensiun Jokowi sudah mencapai sekitar 95 persen. Saat ini para pekerja sedang masuk tahap finishing.

"Yang jelas aktivitas masih berlangsung untuk finishing mungkin sudah mencapai 90-95 persen. Belum tahu kapan selesai," katanya dihubungi awak media, seperti yang dikutip pada Rabu (22/10/2025).

Rumah pensiun tersebut mulai dibangun sejak Juli 2024 lalu di lahan luas 12.000 meter persegi. Semula luas rumah tersebut 9.000 meter persegi, kemudian bertambah menjadi 12.000 meter persegi.

"Ada penambahan karena masih sisa satu patok. Merasa mungkin dari pada satu nanti tidak ada yang garap mungkin ya sekalian saja," kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama Kamis (27/6/2024).

Ia menjelaskan luas lahan telah sesuai dengan pagu anggaran. Besaran anggarannya diatur dalam Permenkeu 120/PMK.06/2022 tentang Penyediaan, Standar Kelayakan, dan Perhitungan Nilai Rumah Kediaman bagi Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden RI.



Simak Video "Video Diajak Main Film Budaya Dayak, Jokowi: Pemeran Utama Siap, Figuran Siap"

(aqi/zlf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork