Bos Lippo Group James Riady mengungkapkan lahan di Meikarta nilainya sudah tembus Rp 20 juta per meter persegi. Menurutnya kenaikan harga tersebut ditunjang oleh kelengkapan infrastruktur yang sudah terbangun.
"Kalau ada yang Rp 10 juta (nilai tanah di Meikarta) saya beli. Pasti nggak ada. Karena ini sudah infrastruktur semua, pinggir tol ya. Jadi saya kira setidaknya itu Rp 20 juta," kata James saat ditemui di Meikarta pada Selasa (26/5/2026).
Meskipun nilainya cukup tinggi James memilih untuk memberikan lahan di Meikarta untuk negara. Di atasnya akan dibangun rumah susun (rusun) subsidi sebanyak 140 ribu unit di lahan seluas sekitar 30 hektare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya di lokasi ini bukan hanya terdiri dari hunian saja. Pada area pembangunan rusun subsidi tahap I akan dekat dengan Gerbang Tol Cibatu, kereta cepat, area apartemen Meikarta, hingga mal terbesar di Indonesia Mall Orange County.
"Itu yang kita lihat, 6 gedung itu dengan Jepang. Yang paling kiri itu, 2 gedung itu (dibangun) Mitsubishi. Lalu itu podium (bangunan yang lebih datar) akan dibangun mal yang terbesar di Indonesia, namanya Orange County. Jadi langsung sebelahan dengan lahan ini. Jadi lahan ini sungguh-sungguh strategis sekali. Sebelah tol, sebelah toll gate, sebelah infrastruktur, semuanya sudah ada," jelas James.
Selain itu, Meikarta dekat dengan pusat industri. James mengklaim ada ribuan pabrik berada di sekitar sana sehingga dibangunnya rusun subsidi tepat sasaran dengan target pasar MBR yang bekerja sebagai buruh.
"Jadi dengan demikian ini 50 persen dari industri seluruh Indonesia sekarang berada di sekeliling ini. Di Cikarang saja ada 1.600 pabrik di sebelah sini. Nah jadi ini ribuan pabrik, ini merupakan tempat pekerja," jelasnya.
Ia membidik Meikarta dalam 30-40 tahun ke depan, akan menjadi kota yang besar dengan 80 juta penduduk di dalamnya. Meikarta akan ramai sebagai kawasan di tengah jalur Jakarta dan Bandung.
"Jadi megapolis Jakarta ke Bandung, 130 km, melewati ini pusatnya. Ini akan menjadi 80 juta penduduk dalam 30-40 tahun ke depan," sebutnya.
Meikarta diibaratkan proyek The China Miracle atau Chinese Economic Miracle yang digarap pada 1987 atas gagasan tokoh berpengaruh pada masanya, Deng Xiaoping. Proyek tersebut menghubungkungan Guangzhou ke Hong Kong melalui sebuah koridor sejauh 130 km yang kini menjadi contoh pembangunan seluruh China.
"Dan kalau kita lihat seperti itu, ini titiknya yang sama (Jakarta ke Bandung di tengahnya Meikarta) untuk Indonesia," sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan saat ini pengerjaannya sudah sampai di tahap uji tiang pancang (test piles).
"Kita sudah melalui dua tahap ya, sudah land clearing. Kurang lebih land clearing Januari sampai Februari. Groundbreakingnya baru bulan Maret. Jadi kita tahapan berikutnya, test piles sudah selesai," kata pria yang akrab disapa Ara saat ditemui di Meikarta pada Selasa (6/5/2026).
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menambahkan perizinan sedang diurus dan semua berkas perizinan telah lengkap.
"Alhamdulillah perizinan sedang berproses. Sekarang lagi di Cipta Karya. Jadi hingga saat ini sudah 100 persen. Sedang jalan. (Persyaratan?) Sudah selesai," ujar Surya.
James Riady mengatakan setelah ini pembangunan fisik akan segera dimulai sekitar Juli atau Agustus. Lalu, September mulai pembahasan mengenai kepemilikannya.
"Sekarang sudah ditentukan kan Agustus atau September ini mulai membagi distribusi kesempatan pemilikan (rusun) ini kepada MBR. Lalu, targetnya kan Agustus 2028 itu selesai tahap pertama itu mulai serah terima (unit)," ungkapnya.
Dalam pantauan detikcom di lokasi, sudah banyak alat berat mengeruk tanah sejak pagi. Total ada sekitar 8 ekskavator dan 2 mobile crane yang tersebar di ujung lahan. Di sekitar lokasi belum terpasang penutup seperti seng sehingga lokasi pembangunan terlihat jelas dari jalanan.
Tiang pancang sudah dimasukkan sekitar 1.836 dari 8.602 yang akan dipasang. Targetnya untuk tahap I akan selesai pada Juli 2026. Setelah itu bangunan fisik akan mulai dibuat.
(aqi/das)
