Ada hal menarik yang ditemukan netizen saat Presiden Prabowo melihat isi Koperasi Desa Merah Putih akhir pekan lalu. Tampak barang-barang yang dijual disusun di dalam rak, tetapi peletakannya menurut netizen kurang sesuai dengan teknik planogram.
"Masih mempertanyakan urgensi KDMP ini buat apa... Mereka kagak diajarin planogram, padahal itu basic di retail," kata seorang netizen di X, seperti dilihat detikcom pada Rabu (20/6/2028).
"Harusnya ada guidence diagram visual atau skema yang menunjukkan secara detail bagaimana dan di mana produk-produk atau assortment harus ditempatkan di rak toko (shelving). Sederhananya, planogram itu seperti 'peta' atau panduan bagi staf saat menyusun barang agar tampilannya rapi, konsisten, dan memaksimalkan penjualan," kata netizen lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini Kopdes ga punya visual merchandiser yang handel planogram?" tulis netizen yang lain.
Lantas, apa itu planogram?
Berdasarkan tulisan karya Aguiar Bianchi berjudul The Retail Shelf Space Allocation Problem: New Optimization Methods Applied to a Supermarket Chain, planogram adalah ilustrasi berupa diagram kategori barang tertentu di toko yang menunjukkan setiap produk harus ditampilkan dan berapa jumlah minimum yang harus ditawarkan.
Dalam kata lain, planogram adalah peta visual untuk menempatkan produk di dalam toko. Peletakannya bukan hanya untuk mempercantik tampilan, melainkan strategi agar barang dapat terjual.
Cara menerapkannya perlu memperhatikan jenis barang. Mana yang ingin cepat terjual, mana yang lebih banyak dibeli, mana barang yang sejenis, mana barang yang stoknya banyak, hingga mana barang yang mudah kadaluarsa.
Menurut pakar ritel dan manajemen kategori asal Belanda Erwin Bergsma, planogram dapat membantu memastikan bahwa desain display produk yang diusulkan sesuai dengan ukuran fisik rak dan kapasitas penyimpanan toko.
Cara Membuat Planogram
Berdasarkan jurnal Perancangan Layout Toko dan Planogram pada Rak 16 di Unit Swalayan Koperasi Wanita karya Laurensia Leolita ada beberapa cara membuat planogram, berikut di antaranya.
1. Mengkategorikan Barang Slow dan Fast Moving
Ketika ingin menempatkan barang pada rak, harus mengetahui barang mana yang seharusnya lebih banyak dipesan dan barang mana yang tidak terlalu banyak dipesan.
Dengan begitu, rak-rak tidak akan tampak terlalu penuh setiap saat. Ketika ada barang yang cepat habis, ruang kosong bisa dengan cepat dipakai untuk meletakkan barang baru dengan kategori sejenis.
2. Barang Dipajang Sesuai Jenisnya
Menyusun barang di toko perlu menyesuaikan kategori. Cara ini membantu barang cepat terjual.
Kategorinya ada dua, yakni groceries food yang terbagi dalam food, beverages, drink serta groceries non food yang terbagi dalam baby care, personal care, hardgoods. Dua kategori tersebut kemudian dipetakan lagi menjadi 6 departemen kategori barang, yaitu departemen food, departemen beverages, departemen fresh, departemen baby care, departemen personal care, departemen hardgoods.
Struktur klasifikasi barangnya bisa terdiri dari division, department, group, family, subfamily, item code, dan subcode.
3. Membuat Tata Letak Ritel
Tata letak ritel bisa disesuaikan dengan dua poin sebelumnya. Kuncinya adalah barang yang ingin cepat dihabiskan ini sebaiknya diletakkan pada lokasi strategis, yaitu sejajar dengan pandangan mata (eye level).
Rak paling atas sebaiknya ditempatkan produk-produk yang berukuran kecil dan yang ingin cepat habis. Sementara produk yang ukurannya besar dan ingin tidak terlalu cepat habis sebaiknya berada di bagian bawah.
Penempatan barang juga sebaiknya berdasarkan warna-warna yang berbeda untuk memudahkan mencari produk.
4. Menghitung Panjang dan Lebar Rak
Dengan tahu jumlah ruang yang dimiliki di toko, pemilik toko mudah untuk meletakkan barang dan mengetahui jumlah yang bisa dipajang. Dari sisi konsumen, besar ruang rak yang tersedia juga dapat mempermudah pengambilan barang.
Itulah penjelasan singkat mengenai planografi, semoga bermanfaat.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
