Rumah Rp 89 M Sold Out Kilat, Para Sultan Beli Buat Apa Sih?

Rumah Rp 89 M Sold Out Kilat, Para Sultan Beli Buat Apa Sih?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 16 Mei 2026 17:36 WIB
Rumah
Ilustrasi rumah mewah. Foto: Getty Images/Thomas Northcut
Jakarta -

Fenomena tak biasa alias anomali baru-baru ini terjadi pada penjualan rumah. Pasalnya rumah mewah Rp 89 miliar laku keras di pasaran, sementara menurut Bank Indonesia rumah kecil di pasar primer mengalami penurunan 45,59 persen.

Padahal orang-orang kelas atas pasti memiliki satu rumah utama. Lantas, kenapa mereka membeli rumah lainnya dan apa yang membuat rumah mewah diminati?
Menurut Ketua Umum The HUD Institute Zulfi Syarif Koto, umumnya rumah tersebut dibeli sebagai instrumen investasi.

Jika itu adalah rumah kedua, ketiga, atau kesekian, memang tidak semua rumah ditempati oleh keluarganya. Pasti hanya satu atau dua rumah yang dijadikan alamat utamanya. Rumah lainnya biasanya disewakan kepada warga negara asing (WNA) atau ekspatriat karena mereka tidak bisa membeli rumah di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dibeli oleh orang untuk investasi. Nanti disewakan kepada ekspatriat yang datang dari luar. Pasarnya lumayan gede. Sewa, bukan jual, sewa sama dia," kata Zulfi saat dihubungi detikcom pada Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Alasan rumah mewah bisa cepat laku saat ini adalah jumlahnya yang memang terbatas di pasaran dan pembelinya sudah ditentukan sehingga langsung terjual.

Segmen properti premium hanya merepresentasikan porsi yang sangat kecil dari total pasar properti Indonesia. Ketika pengembang meluncurkan proyek premium dengan unit terbatas, mereka memang menargetkan segmen pembeli yang sangat spesifik dengan profil finansial kuat. Kecepatan penjualan di segmen ini tidak dapat mencerminkan kondisi pasar secara keseluruhan," jelas Milda Abidin, Senior Director, Strategic Consulting dari JLL Indonesia kepada detikcom pada Jumat (15/5/2026).

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Selasa (12/5/2026), Bank Indonesia melaporkan penjualan rumah kecil di pasar primer mengalami penurunan yang dalam pada triwulan I 2026. Pertumbuhan penjualan rumah itu terkontraksi sebesar 45,59 persen (yoy). Data itu sangat kontras dengan penjualan rumah pada triwulan IV 2025 yang pernah tumbuh sebesar 7,83 persen (yoy).

Selain itu, penurunan penjualan juga dialami oleh kategori rumah besar. Penjualan rumah itu turun sebesar 8,03 persen (yoy). Penurunan ini tak sedalam kontraksi triwulan sebelumnya yang sebesar 10,95 persen (yoy).

Di tengah tren penurunan penjualan properti, ternyata ada anomali. Meski penjualan rumah besar turun, kompleks berisi rumah mewah dan super mahal malah laku keras sampai sold out dalam hitungan bulan saja.

Hal ini terjadi pada produk hunian berkonsep villa modern super premium, yakni Botanic Villa di NavaPark, BSD City. Kompleks vila hasil kolaborasi Sinar Mas Land dan Hongkong Land itu habis terjual kurang dari 5 bulan setelah diluncurkan pada Oktober 2025.

"Seluruh unit Botanic Villa yang berjumlah 14 unit terjual habis 100%, dengan harga mulai dari Rp 50 miliar hingga Rp 89 miliar, menegaskan kuatnya permintaan segmen super high-end terhadap hunian premium eksklusif di BSD City," kata Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land Herry Hendarta dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).




(aqi/aqi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads