Belum lama ini, ramai soal banyak rumah di Komplek Taman Mangu Indah, Tangerang Selatan dijual yang diduga karena banjir. Kisaran harga rumah yang dijual bervariasi, ada yang Rp 600 juta-an hingga miliaran Rupiah.
Komplek Taman Mangu Indah terdiri dari dua RW yaitu RW 012 dan RW 06 yang dipisahkan oleh Kali Ciputat. Untuk RW 012 masuk ke Kelurahan Jurang Mangu Barat sementara RW 06 masuk ke Kelurahan Pondok Aren. Di perumahan itu, ada sekitar 30-an rumah yang dijual.
Salah satu penjual rumah di RW 012 menuturkan, harganya Rp 650 juta untuk rumah satu lantai dengan luas tanah 78 meter persegi. Ia mengatakan rumah itu dijual karena merupakan rumah lama dan tidak ditempati, bukan karena banjir. Penjualan rumahnya sudah dilakukan sekitar dua tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini baru pasang (spanduk), tapi kalau dari mulut ke mulut sudah lama (dijual)," katanya ketika dihubungi detikcom, Selasa (12/5/2026).
Terkait banjir yang sempat menerjang kawasan Taman Mangu itu karena tanggul jebol. Pun jika banjir, cepat surut.
"Yang banjir kemarin karena tanggul jebol. Kalau banjir juga sekarang cepat surut kok. (Rumah dijual) bukan karena itu," ungkapnya.
Harga Rp 650 juta untuk luas tanah 78 meter persegi, menunjukkan harga per meternya sekitar Rp 8,3 juta. Harga tersebut masih masuk dalam range nilai tanah di Taman Mangu Indah berdasarkan data BHUMI yang dikembangkan oleh Kementerian ATR/BPN yaitu sekitar Rp 5-10 juta per meter.
Sementara itu, menurut keterangan Ketua RT 02 RW 12 Komplek Taman Mangu Indah, Sugiyanto, di tempatnya itu ada sekitar 5 rumah yang dijual dari total 36 rumah yang masuk wilayah RT-nya.
Harga rumahnya, kata Sugiyanto, sangat bervariasi. Contohnya di wilayah belakang komplek yang tidak berhadapan langsung dengan kali, untuk rumah yang memiliki dua tingkat harganya sekitar Rp 1,4 miliar.
Sementara itu, untuk harga rumah yang di dekat kali biasanya agak lebih terjangkau. Pun jika sudah dibeli, biasanya pemilik baru akan merenovasi rumah tersebut karena biasanya merupakan bangunan lama.
"Paling nggak, kalau rumah-rumah yang kayak gitu, sekitar Rp 500 (juta), Rp 600 (juta). Itu juga susah lakunya," katanya kepada detikcom, Senin (11/5/2026).
Meski banyak rumah yang dijual, Sugiyanto mengatakan masih sulit laku, terutama yang di bagian depan kali. Itu karena citra kawasan yang dikenal sebagai daerah banjir.
"Kan sudah banyak yang dijual, dijual juga susah (laku). Karena susahnya kan masalahnya kan juga karena image-nya banjir, jadi orang-orang malas belinya. Mungkin kalau nggak image banjir juga cukup laku," tuturnya.
Banjir yang biasanya terjadi lima tahunan belakangan menjadi lebih sering. Kini, tanggul kali sudah ditinggikan hingga dua meter dan ada pompa air yang berfungsi agar banjir cepat surut.
Di sisi lain, untuk rumah-rumah di RW 06 juga tampak dijual, baik di dekat kali maupun yang di dalam blok perumahan. Menurut keterangan pengurus RW 06, dari 780 rumah yang ada di sana, hanya sekitar 25 rumah yang dijual. Alasan dijualnya pun bukan karena banjir melainkan pindah rumah, rumah dijadikan alat investasi, maupun pindah tugas kerja. Menurutnya, penjualan rumah tersebut adalah hal yang wajar sehingga tidak perlu dipertanyakan.
"Ada yang jual santai, masih ditempatin. Ada yang beli syukur, nggak ya sudah," katanya saat ditemui detikcom.
Untuk harga rumahnya sangat tergantung dari luas tanah dan bangunan. Umumnya, bangunan rumah di sana memiliki luas 45-70 meter persegi dengan luas tanah hingga 300 meter persegi. Harga rumahnya diperkirakan sekitar lebih dari Rp 800 juta.
Pengurus RW 06 tersebut mengaku sudah tinggal di sana sejak 1999. Ia merasa betah karena di sana warganya rukun, ada sistem keamanan, luas rumah dan tanah yang cukup dengan harga kompetitif.
Sebagai informasi, kawasan Komplek Taman Mangu Indah memang sempat dilanda banjir belum lama ini. Pada 2024 sempat terjadi banjir karena peninggian tanggul yang belum selesai ditambah dengan musim hujan.
Pada 2025, sempat terjadi tanggul jebol karena tak bisa menahan derasnya aliran air. Hal ini juga menyebabkan banjir di perumahan tersebut. Berdasarkan catatan detikcom, pada Maret 2026, perumahan tersebut juga sempat dilanda banjir lagi karena hujan lebat yang melanda Tangerang Selatan.
(abr/das)










































