×
Ad

Ramai-ramai Warga Taman Mangu Jual Rumah, Diduga Karena Banjir

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Kamis, 14 Mei 2026 09:45 WIB
Rumah dijual di Komplek Taman Mangu Indah, Kelurahan Jurang Mangu Barat. Foto: Almadinah Putri Brilian
Jakarta -

Ramai kabar soal puluhan rumah di Komplek Taman Mangu Indah banyak dijual. Penjualan rumah diduga karena banjir yang berulang kembali terjadi.

Komplek Taman Mangu Indah terdiri dari dua RW yaitu RW 012 dan RW 06 yang dipisahkan oleh Kali Ciputat. Untuk RW 012 masuk ke Kelurahan Jurang Mangu Barat sementara RW 06 masuk ke Kelurahan Pondok Aren. Pantauan detikcom di lokasi, total sekitar 30-an rumah yang dijual di kedua kelurahan itu. Rumah-rumah yang dijual beragam, ada yang bangunannya sudah tua, ada juga yang masih bagus, ada yang satu lantai lalu ada juga yang dua lantai.

Di RW 012, dari penelusuran yang dilakukan, ada sekitar 13 rumah yang dijual. Lokasi rumah yang dijual beragam, ada yang di depan tanggul Kali Ciputat serta di dalam blok-blok perumahan. Dari informasi yang didapat, harga rumah yang dijual juga beragam tergantung dari lokasi, luas bangunan, dan luas tanah. Harganya sekitar Rp 600 juta-an hingga Rp 1 miliar.

Beberapa rumah yang ada di RT 02 RW 12 disebut dijual karena faktor banjir. Dari keterangan Ketua RT 02 RW 012, Sugiyanto, di tempatnya itu ada sekitar 5 rumah yang dijual dari total 36 rumah yang masuk wilayah RT-nya.

"Jadi mereka tuh kayaknya sudah jenuh soalnya ya karena kira-kira itu permasalahannya hujan dikit sudah banjir, hujan dikit sudah banjir. Apalagi yang di pinggir kali," ujarnya saat ditemui detikcom, Senin (11/5/2026).

Meski banyak rumah yang dijual, Sugiyanto mengatakan masih sulit laku, terutama yang di bagian depan kali. Itu karena citra kawasan yang dikenal sebagai daerah banjir.

"Kan sudah banyak yang dijual, dijual juga susah (laku). Karena susahnya kan masalahnya kan juga karena image-nya banjir, jadi orang-orang malas belinya. Mungkin kalau nggak image banjir juga cukup laku," tuturnya.

Tanggul kali di Komplek Taman Mangu Indah yang memisahkan RW 012 dan RW 06. Foto: Almadinah Putri Brilian

Sementara itu, di RW 06 Komplek Taman Mangu Indah ada banyak rumah juga yang dijual. Menurut keterangan pengurus RW 06, dari 780 rumah yang ada di sana, hanya sekitar 25 rumah yang dijual. Alasan dijualnya pun tak melulu karena banjir melainkan pindah rumah, rumah dijadikan alat investasi, maupun pindah tugas kerja. Menurutnya, penjualan rumah seperti adalah hal yang wajar sehingga tidak perlu dipertanyakan.

"Ada yang jual santai, masih ditempatin. Ada yang beli syukur, nggak ya sudah," katanya saat ditemui detikcom.

Terkait banjir, dari keterangan Sugiyanto dan pengurus RW 06 menyebutkan bahwa di Taman Mangu biasanya ada banjir siklus lima tahunan. Namun belakangan ini frekuensi banjir terjadi lebih sering.

Menurut Suguiyanto, pemerintah setempat telah meninggikan tanggul air pada 2024. Namun, karena pengerjaannya dilakukan saat musim hujan, tanggul tersebut belum rampung ditinggikan dan tak mampu menampung debit air yang sangat tinggi apalagi di depan perumahan juga ada tanggul Pasar Ceger yang tak dapat menampung lebih banyak air. Akhirnya banjir tak terelakkan.

Pada 2025, sempat terjadi tanggul jebol sehingga tak bisa menahan derasnya aliran air akibat hujan lebat. Hal ini juga menyebabkan banjir di perumahan tersebut, terutama di wilayah RW 012. Berdasarkan catatan detikcom, pada Maret 2026, perumahan tersebut juga sempat dilanda banjir lagi karena hujan lebat yang melanda Tangerang Selatan.

Saat ini sudah ada pompa air yang membantu agar banjir cepat surut. Adapun, saat ini tanggul yang sudah ditinggikan memiliki tinggi sekitar dua meter. Setelah dipasang pompa air dan tanggul ditinggikan, genangan air setidaknya hanya sampai betis orang dewasa saja dan lebih cepat surut.

Sugiyanto berpendapat, banjir ini bisa terjadi bukan hanya curah hujan yang tinggi melainkan juga karena daerah resapan air yang semakin sedikit. Saat ini, ada banyak proyek pembangunan rumah sehingga daerah resapan air menipis.

"Kalau menurut saya, kan dulu kan di hulu masih banyak tanah kosong. Jadi resapan tuh kan masih banyak. Sekarang sudah banyak perumahan, mau nggak mau resapan kan nggak ada," paparnya.

Sementara itu, menurut pengurus RW 06 perumahan tersebut mengatakan, kalau terjadi banjir, biasanya hanya sebatas mata kaki orang dewasa saja. Pun saat tanggul jebol beberapa waktu lalu yang membanjiri RW 012, di RW 06 hanya sampai betis orang dewasa. Hal itu karena sebagian di daerahnya sudah ada peninggian tanggul dan memasang folder air dari pemerintah setempat. Rencananya, peninggian tanggul akan dilanjutkan sekitar pertengahan 2026.

"(Alasan lain) tanggul ditinggiin biar anak-anak nggak main dekat tanggul, kan bahaya," tuturnya.




(abr/abr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork