Awas Salah Pilih! Ini 5 Jurus Deteksi Rumah Rawan Banjir Sebelum Beli

Awas Salah Pilih! Ini 5 Jurus Deteksi Rumah Rawan Banjir Sebelum Beli

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Rabu, 02 Sep 2026 11:10 WIB
Cara deteksi rumah rawan banjir.
Foto: Infografis ini dibuat menggunakan NotebookLM dengan sumber detikProperti
Jakarta -

Salah satu mimpi buruk pembeli adalah membeli rumah di kawasan rawan banjir. Kalau rumah sudah kebanjiran kerugian yang ditanggung tak terhitung lagi nilainya dan tentu membuat repot.

Oleh karena itu, calon pembeli rumah harus pintar-pintar mendeteksi rumah itu rawan banjir atau tidak. Lakukan riset mendalam untuk memastikan rumah nggak pernah dilanda banjir sebelum memutuskan buat membeli.

Lalu, bagaimana cara tahu rumah itu rawan banjir? Berikut ini tipsnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Riset Online

Pengamat Properti sekaligus Direktur PT Global Asset Management Steve Sudijanto pernah menjelaskan cara paling mudah tahu rumah ada di kawasan banjir adalah riset di internet. Biasanya, berita tentang banjir akan dimuat di media online dan media sosial.

"Langkah pertama melakukan verifikasi secara online perihal berita banjir atau masalah-masalah yang pernah terjadi di wilayah lingkungan RT, RW, dan kelurahan setempat," kata Steve saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

Selain dari berita atau medsos, calon pembeli bisa juga mencari informasi soal peta bencana yang dimiliki oleh pemerintah. Caranya dengan mengecek situs resmi lembaga resmi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

2. Tanya Tetangga

Calon pembeli juga harus survei langsung lokasi rumah untuk tahu kondisi sekitar. Coba tanya warga setempat, ketua RT, atau petugas keamanan kalau kawasan tersebut sering banjir atau tidak.

3. Cek Badan Air Sekitar

Periksa juga keberadaan kali di kawasan sekitar. Pertimbangkan jarak antara rumah dengan kali. Lakukan pengecekan pada aliran sungai dan pastikan juga ada tanggul untuk menahan luapan air.

"Karena luapan air sungai bisa luber atau kadang-kadang tanggul jebol karena kondisi fisik tanggulnya sudah rentan atau tidak sesuai spesifikasi yang dibuat," ucapnya.

4. Cek Saluran Air

Saat survei, periksa saluran air atau got di sekitar rumah. Amati kalau got itu besar dan bersih atau kecil dan penuh sampah.

Saluran air yang penuh sampah bisa memicu banjir ketika turun hujan deras. Pasalnya got bisa tersumbat dan membuat air meluap hingga menggenangi jalan dan rumah-rumah warga.

5. Tanya Kelurahan

Terakhir, calon pembeli dapat mengunjungi kantor kelurahan atau kecamatan setempat untuk cari tahu info banjir. Mereka mempunyai peta territory lahan produktif dan komersial, peta irigasi, peta kontur tanah, peta aliran sungai, dan peta daerah aliran sungai yang bisa dicek.

Itulah cara tahu rumah rawan banjir atau tidak. Semoga membantu!



(dhw/dhw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads