Salah satu mimpi buruk pembeli adalah membeli rumah di kawasan rawan banjir. Kalau rumah sudah kebanjiran kerugian yang ditanggung tak terhitung lagi nilainya dan tentu membuat repot.
Oleh karena itu, calon pembeli rumah harus pintar-pintar mendeteksi rumah itu rawan banjir atau tidak. Lakukan riset mendalam untuk memastikan rumah nggak pernah dilanda banjir sebelum memutuskan buat membeli.
Lalu, bagaimana cara tahu rumah itu rawan banjir? Berikut ini tipsnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Riset Online
Pengamat Properti sekaligus Direktur PT Global Asset Management Steve Sudijanto pernah menjelaskan cara paling mudah tahu rumah ada di kawasan banjir adalah riset di internet. Biasanya, berita tentang banjir akan dimuat di media online dan media sosial.
"Langkah pertama melakukan verifikasi secara online perihal berita banjir atau masalah-masalah yang pernah terjadi di wilayah lingkungan RT, RW, dan kelurahan setempat," kata Steve saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.
Selain dari berita atau medsos, calon pembeli bisa juga mencari informasi soal peta bencana yang dimiliki oleh pemerintah. Caranya dengan mengecek situs resmi lembaga resmi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
2. Tanya Tetangga
Calon pembeli juga harus survei langsung lokasi rumah untuk tahu kondisi sekitar. Coba tanya warga setempat, ketua RT, atau petugas keamanan kalau kawasan tersebut sering banjir atau tidak.
3. Cek Badan Air Sekitar
Periksa juga keberadaan kali di kawasan sekitar. Pertimbangkan jarak antara rumah dengan kali. Lakukan pengecekan pada aliran sungai dan pastikan juga ada tanggul untuk menahan luapan air.
"Karena luapan air sungai bisa luber atau kadang-kadang tanggul jebol karena kondisi fisik tanggulnya sudah rentan atau tidak sesuai spesifikasi yang dibuat," ucapnya.
4. Cek Saluran Air
Saat survei, periksa saluran air atau got di sekitar rumah. Amati kalau got itu besar dan bersih atau kecil dan penuh sampah.
Saluran air yang penuh sampah bisa memicu banjir ketika turun hujan deras. Pasalnya got bisa tersumbat dan membuat air meluap hingga menggenangi jalan dan rumah-rumah warga.
5. Tanya Kelurahan
Terakhir, calon pembeli dapat mengunjungi kantor kelurahan atau kecamatan setempat untuk cari tahu info banjir. Mereka mempunyai peta territory lahan produktif dan komersial, peta irigasi, peta kontur tanah, peta aliran sungai, dan peta daerah aliran sungai yang bisa dicek.
Itulah cara tahu rumah rawan banjir atau tidak. Semoga membantu!
