Sebuah rumah di Malaysia sempat viral beberapa tahun lalu karena tampilan luarnya mirip kandang, padahal dalamnya mewah bak hotel bintang 5.
Rumah tersebut milik seorang pemilik rumah makan asam pedas, Baharuddin Mamat. Ia menyulap rumahnya menjadi mewah karena terinspirasi dari Istana Raja Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah.
"Saya kagum dengan kecantikan dan kemewahan istana Sultan Brunei ketika saya menonton di YouTube. Saya langsung mengecat dan menggunakan hiasan berwarna emas," jelas Baharuddin Mamat, seperti yang dikutip dari Mstar, pada Selasa (12/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Viral rumah sultan Brunei Darussalam luarnya sederhana, dalamnya bikin takjub. Foto: Dok. Mstar. |
Dalam video house tour yang viral di media sosial, interior rumah Baharuddin sangat rapi dan memiliki konsep. Hal ini bertolak belakang dengan tampilan luarnya yang fasadnya terdiri dari tumpukan seng karatan dan banyak barang tergeletak asal-asalan.
Bagian dalam rumahnya terbuat dari material yang kekinian, seperti papan plywood untuk dinding. Lalu, lantainya sudah dipasang keramik.
Hal yang sangat mencolok adalah interiornya yang berwarna emas. Bahkan kamar mandinya terdapat bathtub, toilet duduk, dan wastafel panjang dengan cermin besar. Banyak orang kemudian menjuluki rumah ini sebagai Pondok Jerenggeng.
Viral rumah sultan Brunei Darussalam luarnya sederhana, dalamnya bikin takjub. Foto: Dok. Mstar. |
Di dalamnya juga ada meja khusus untuk PC dan sambungan WiFi yang di atasnya dipasang AC. Ada pula rak buku dan sound system untuk karaoke. Rumah ini benar-benar nyaman layaknya rumah masa kini, bukan gubuk reyot seperti tampilan luarnya.
Pria berusia sekitar 68 tahun itu telah membangun rumah tersebut sejak 5 tahun yang lalu. Di dalamnya terdapat ruang salat yang bisa digunakan oleh para pekerja dan pelanggannya. Ia jika membuat tempat bacaan khusus untuk tempat bersantai.
"Di dalam dihias cantik dan mewah untuk kepuasan saya sendiri. Bagaimana pun, rumah ini hanya boleh digunakan oleh para pekerja untuk beristirahat termasuk pelanggan yang mau menggunakan toilet dan salat," ujarnya.
Baharuddin mengaku memang sengaja membiarkan bagian luarnya tampak sederhana. Baginya yang terpenting adalah bagian dalamnya.
"Biaya membangun rumah ini sekitar RM 11.000 (sekarang sekitar Rp 48 juta). Dimana RM 7.000 (Rp 31 juta) hanya untuk isi kamar mandi," ungkapnya.
(aqi/das)












































