Alarm Bahaya! 12 Juta Rumah di Prancis Terancam Retak dan Ambruk

Alarm Bahaya! 12 Juta Rumah di Prancis Terancam Retak dan Ambruk

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 03 Apr 2026 13:10 WIB
Penampakan dinding rumah retak di Prancis
Penampakan dinding rumah retak di Prancis. Foto: BRGM - P.Burch via Euro News
Jakarta -

Sebanyak 12 juta bangunan di Prancis terancam mengalami kerusakan fondasi serius, seperti pipa pecah, dinding retak, jendela dan pintu patah. Rumah merupakan bangunan paling rentan rusak imbas perubahan iklim ekstrem saat ini.

"Fenomena ini memengaruhi 54 persen rumah tunggal di Prancis. Rata-rata, penyusutan dan pembengkakan tanah liat menelan biaya kompensasi sebesar 1 miliar euro (setara Rp 19 triliun (kurs Rp 19.606)) setiap tahunnya berdasarkan skema bencana alam," kata juru bicara Kementerian Transisi Ekologi kepada Euronews Earth, seperti dikutip detikcom pada Jumat (3/4/2026).

Kerusakan ini disebabkan karena material bangunan mengalami penyusutan dan mengembang berlebihan. Hal ini dikarenakan perubahan iklim akibat aktivitas manusia dan gas-gas penangkap panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangunan di Prancis banyak yang memakai tanah liat sebagai material utama. Tanah liat dapat merespon perubahan suhu di sekitar, seperti saat sedang musim panas, material ini menyusut karena tidak ada kelembapan yang terserap. Kondisi ini tidak baik karena menimbulkan retakan. Sementara, ketika hujan deras turun, tanah liat mulai mengembang, menyerap kelebihan air.

Pergantian suhu yang kering dan basah ini berulang dari waktu ke waktu sehingga secara bertahap melemahkan struktur tanah dan fondasi. Hal ini juga diperburuk oleh beberapa faktor, termasuk sistem drainase yang buruk dan akar pohon yang terletak terlalu dekat dengan rumah.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini akan sangat berpengaruh pada rumah-rumah yang tidak saling menempel karena hampir setiap sisinya bisa merespon perubahan lingkungan. Lalu, banyak rumah di Prancis yang memakai blok beton dan dibangun cukup lama, sekitar 1970-an. Kondisi bangunan yang sudah tua tentu tidak bisa mengelak terhadap perubahan iklim yang ekstrem.

Pemerintah Prancis memperkirakan bahwa lebih dari separuh wilayah daratan Prancis kini berisiko sedang atau tinggi terkena RGA (Reduced Angular Failure).

Peta terbaru yang diterbitkan oleh Pemerintah Prancis menunjukkan bahwa daerah-daerah yang paling rentan mengalami penyusutan tanah liat adalah Allier, Alpes-de-Haute-Provence, Dordogne, Gers, Indre, Lot-et-Garonne, Meurthe-et-Moselle, Nord, Puy-de-DΓ΄me, Tarn, dan Tarn-et-Garonne. Sekitar tiga juta rumah di wilayah-wilayah ini dianggap "berisiko tinggi".

Seberapa parah perubahan iklim di Prancis? Perubahan iklim yang terjadi di Prancis cukup ekstrem. Gelombang panas hebat pada Agustus mendorong suhu hingga mencapai 43,4Β°C di mana ini adalah tahun terpanas sepanjang sejarah Prancis. Gelombang panas ekstrem yang menyebabkan sebagian besar wilayah negara itu mengalami kekeringan.

Musim hujan di negara ini pun sama buruknya. Pada awal tahun ini, periode hujan turun cukup panjang, berlangsung dari 14 Januari hingga 22 Februari. Banjir parah terjadi hampir di seluruh Prancis bagian barat. Sekitar 4.000 orang terpaksa mengungsi ke tempat penampungan darurat.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads