Pengusaha Bahan Bangunan 'Berdarah-darah': Kami Tekan Margin Seimut Mungkin

Pengusaha Bahan Bangunan 'Berdarah-darah': Kami Tekan Margin Seimut Mungkin

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Senin, 04 Mei 2026 17:15 WIB
Warga Penjaringan bangun kerangka rumah usai kebakaran, Senin (9/6/2025).
Ilustrasi bahan bangunan di lokasi pembangunan rumah. Foto: Brigitta Belia Permata Sari/detikcom
Jakarta -

Kenaikan harga plastik, LPG, dan bahan bakar diesel berdampak besar terhadap industri bahan bangunan. Banyak pengusaha bahan bangunan menyusutkan margin mereka 'seimut' mungkin untuk dapat bertahan.

"Kita sekarang jualan hanya demi menutup biaya karyawan dan operasional pabrik. Belum lagi harga LPG melonjak. Margin sudah kami tekan seimut mungkin. Kalau begini terus, prediksi bulan Juni akan banyak pabrik yang tutup," kata Ketua Umum Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan Indonesia (IPBBI) Gomas Harun kepada detikcom pada Senin (4/5/2026).

Kenaikan harga bahan bangunan cukup bervariasi tergantung dengan material yang dipakai, kisarannya sekitar 15-40 presen. Bahan bangunan dan produk turunannya yang terbuat dari plastik, seperti tangki air plastik, pipa PVC, dan kabel listrik adalah yang paling terdampak karena terbuat dari plastik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di pasar kenaikan bahan bangunan bervariasi 20-40 persen. Bahan bangunan yang berhubungan dengan plastik (paling tinggi harganya)," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, bahan bangunan non-plastik, seperti batu bata, semen, hingga pasir ikut terdampak dengan kenaikan 10-15 persen imbas kenaikan BBM.

"Tetap ada kenaikan. Karena pengangkutannya kan tetap memakai kendaraan truk, sekitar 10-15 persen," ujarnya.

Gomas mengaku asosiasi telah menerima banyak keluhan dari pemasok imbas kenaikan harga bahan bangunan akhir-akhir ini. Namun, tidak ada yang bisa mengubah keadaan karena semua sedang mahal.

"Sudah banyak yang mengeluh kepada pemasok. Tapi pemasok seperti saya juga tidak bisa buat apa apa," ungkap Gomas.

Naiknya harga BBM membuat ongkos kirim bahan bangunan saat ini melonjak sekitar 15-20 persen.

"Sebagai contoh biaya ekspedisi kapal sudah naik antara 15-20 persen. Otomatis harga jual bahan bangunan naik. Daya beli pasar lesu," sebutnya.

Di luar itu, kenaikan harga bahan bangunan sebenarnya sudah berlangsung sejak akhir Maret 2026 lalu berlanjut hingga saat ini.

Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele, ada banyak efek domino yang akan terjadi. Mulai dari muncul oknum-oknum yang menjual bahan bangunan dengan harga tinggi karena stoknya langka di pasar, masuknya produk-produk impor yang lebih murah yang membuat produk lokal tidak laku, hingga kelangkaan bahan-bahan bangunan karena produsennya berhenti produksi imbas naiknya harga produksi.

"Belajar dari pengalaman yang sudah terjadi, industri hulu kita masih belum kompeten dalam menyediakan bahan baku yang memadai, baik dari sisi kapasitas, stabilitas pasokan, maupun harga yang kompetitif. Akibatnya, industri hilir dan masyarakat sering menjadi pihak yang paling terdampak ketika terjadi gejolak harga maupun kelangkaan material di pasar," jelas Gomas.

Gomas menyebut bahan-bahan bangunan yang berpotensi langka ke depannya jika harga masih mahal adalah baja dan produk dari plastik.

"Plastik dan baja. Kalau semen dan keramik atau granit sudah bisa diatasi karena sudah banyak pabrik, malah akan terus bertambah," ucapnya.

Mereka berharap pemerintah bisa lebih cepat dan tegas mengatasi hal ini. Penghapusan bea masuk impor LPG dan beberapa bahan baku plastik menjadi 0 persen dinilai belum ampuh menstabilkan harga bahan bangunan. Dibutuhkan langkah lain yang lebih berdampak karena hanya tinggal menunggu waktu pabrik-pabrik bahan bangunan lokal tumbang.




(aqi/aqi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads