Dalam perayaan Hari Buruh, Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan menyediakan rumah yang terjangkau, baik dari lokasinya hingga kemudahan kepemilikannya. Ia bahkan menyebut tenor cicilan bisa sampai 40 tahun.
Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan pembangunan 1 juta rumah untuk tahun ini. Rumah-rumah tersebut rencananya akan dibangun di dekat kawasan industri, dekat kawasan tempat kerja, dan berencana untuk membangun kota-kota baru yang huniannya berupa rumah susun.
"Kota-kota baru tiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah susun dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi entah kereta api ringan, bis, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik," tutur Prabowo saat pidato dalam rangka peringatan Hari Buruh, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (1/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo juga menyoroti penghasilan para buruh yang 30 persennya digunakan untuk membayar sewa rumah. Ia menginginkan para buruh yang membayar sewa akan dapat mencicil rumah yang disewa tersebut. Cicilannya, bisa sampai 40 tahun.
"Jadi yang tadi 30% untuk kontrak kita kurangi itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau nggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun, karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana. Betul? Karena petani dan nelayan tidak akan kemana-mana, betul?" ujar Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyoroti bunga pinjaman bank yang dinilai sangat tinggi. Ia pun telah memberikan titah kepada perbankan untuk memberikan bunga yang rendah untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Orang kecil pinjam uang, bunganya bisa 70% setahun. Saya sudah perintahkan bank-bank milik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal (bunga) 5% satu tahun," tuturnya.
(abr/ilf)











































