Sempat Setop hingga Dihujat, Proyek Ballroom Impian Trump Dilanjut

Sempat Setop hingga Dihujat, Proyek Ballroom Impian Trump Dilanjut

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Selasa, 21 Apr 2026 14:15 WIB
Render desain ballroom Gedung Putih yang digarap Presiden AS, Donald Trump
Desain ballroom gedung putih. Foto: Dok. Truth Social/@realDonaldTrump
Jakarta -

Proyek pembangunan ballroom di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat (AS) dilanjutkan kembali. Ini dilakukan usai adanya putusan dari Pengadilan Banding AS.

Dilansir dari BBC, Pengadilan Banding AS untuk Distrik Columbia memberikan penangguhan administratif setelah pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, mengajukan banding terhadap keputusan Hakim Richard Leon untuk menghentikan pembangunan proyek impian Donald Trump ini.

Proyek pembangunan ballroom ini boleh dilanjutkan hingga sidang berikutnya berlangsung, yang dijadwalkan pada 5 Juni mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putusan tersebut muncul setelah pengadilan banding memerintahkan hakim untuk mempertimbangkan implikasi keamanan nasional dari penghentian pengerjaan proyek ballroom setelah sebelumnya dihentikan pada Maret lalu.

Sebelumnya, Hakim Leon Richard menilai pembangunan ballroom tersebut tidak mengikuti prosedur yang benar. Keputusan itu muncul usai Gedung Putih dituntut Keputusan itu muncul usai Gedung Putih dituntut oleh National Trust for Historic Preservation atau Lembaga Pelestarian Sejarah Nasional.

ADVERTISEMENT

"Kecuali dan sampai Kongres menyetujui proyek ini melalui otorisasi undang-undang, pembangunan harus dihentikan!" kata Hakim Richard Leon dikutip dari BBC, Rabu (1/4/2026).

Sebelum proyek dihentikan, pembangunan ballroom di Gedung Putih juga sempat menuai kritik dari berbagai kalangan, mulai dari lembaga pelestari sejarah hingga analis arsitektur.

Dilansir dari Daily Mail, pada Maret lalu, salah satu kritik paling tajam adalah ukuran bangunan yang dinilai terlalu besar dan masif, bahkan melampaui proporsi Sayap Barat. Hal ini dianggap mengganggu harmoni desain Gedung Putih yang selama ini dikenal simetris dan terukur secara estetika.

Tak hanya itu, kehadiran ballroom ini juga disebut akan memutus garis pandang langsung menuju Pusat Pemerintahan dan Kongres AS, United States Capitol. Padahal, garis visual tersebut merupakan simbol penting pemisahan kekuasaan antara cabang eksekutif dan legislatif dalam rancangan awal kota Washington oleh Pierre L'Enfant.

Render desain ballroom Gedung Putih yang digarap Presiden AS, Donald TrumpRender desain ballroom Gedung Putih yang digarap Presiden AS, Donald Trump Foto: Dok. Truth Social/@realDonaldTrump

Masalah lain yang disorot adalah desain tangga utama yang justru tidak mengarah langsung ke ballroom. Pintu masuk utama malah berada di sisi bangunan sehingga dinilai membingungkan secara fungsional dan aneh dalam desain bangunan representatif.

Selain itu, deretan kolom besar di bagian depan disebut berpotensi menghalangi cahaya alami masuk ke dalam ruangan. Kritikus menilai elemen ini bukan hanya tidak efisien, tetapi juga memperburuk kualitas ruang interior secara keseluruhan.

Kepala Eksekutif National Trust for Historic Preservation, Carol Quillen, bahkan secara tegas mengkritik proyek ini. Ia menyoroti minimnya proses kolaboratif dalam pembangunan ballroom.

"Tidak ada proyek milik publik yang seharusnya hanya merupakan visi dari satu orang saja," ujarnya seperti dikutip Daily Mail.

Quillen menambahkan bahwa proses pembangunan yang terburu-buru justru mengabaikan makna penting dalam perencanaan arsitektur. Ia mengkritik pihak Gedung Putih yang secara tergesa-gesa menjalankan proyek pembangunan ballroom tanpa adanya perencanaan yang matang.

Sebagai informasi, pembangunan ballroom ini untuk menggantikan Sayap Timur Gedung Putih yang sudah dibongkar pada Oktober 2025. Ballroom tersebut rencananya mengembangkan kapasitas bangunan yang semula hanya muat 500 orang menjadi ruang yang dapat menampung 1.350 tamu. Biaya proyek diperkirakan US$ 400 juta atau Rp 6,8 triliun (kurs Rp 17.139) dan dibiayai oleh donatur swasta.



(abr/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads