Benarkah Daya Tarik Apartemen TOD Mulai Redup?

Benarkah Daya Tarik Apartemen TOD Mulai Redup?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 08 Apr 2026 17:28 WIB
Benarkah Daya Tarik Apartemen TOD Mulai Redup?
Ilustrasi apartemen. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sektor apartemen beberapa tahun belakangan ini sedang berusaha keras untuk menarik banyak peminat. Sebab, masyarakat Indonesia masih berorientasi bahwa hunian itu adalah rumah tapak dengan halaman, bukan rumah di gedung tinggi.

Padahal lahan semakin terbatas, terutama di perkotaan besar, seperti Jakarta. Oleh karena itu, sudah sejak lama pembangunan apartemen digenjot untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat.

Salah satu cara untuk menarik minat tinggal di apartemen adalah dengan menerapkan konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini memberikan kemudahan kepada penghuninya karena apartemen lokasinya menempel dengan stasiun kereta atau stasiun bus sehingga mudah ke mana-mana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini sudah banyak proyek apartemen dengan konsep seperti itu, tetapi menurut Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto konsep ini belum cukup untuk menarik konsumen. Hal ini bukan karena konsep ini tidak menarik, melainkan memang secara umum sektor rumah vertikal sedang melemah daripada rumah tapak.

ADVERTISEMENT

"Sebenarnya secara teori memang apartemen teori itu pastinya lebih menarik untuk penghuninya karena ini akan mengurangi waktu tempuh mereka ke tempat pekerjaan. Tapi kalau kita lihat sekarang ini memang kondisi itu belum terjadi (belum menarik pembeli). Karena secara umum pasar apartemen itu memang masih melemah," jelas Ferry dalam Colliers Virtual Media Briefing Q1 2026 pada Rabu (8/4/2026).

Selain itu, menurutnya beberapa proyek apartemen berbasis TOD juga ada yang mengalami hambatan sehingga menurunkan kepercayaan dari konsumen.

"Ditambah lagi memang kalau kita lihat beberapa proyek TOD yang sudah jalan ini memang progres pembangunannya juga agak terhambat. Sehingga yang diperlukan dari pembeli itu adalah trust kepada pengembangnya," ungkapnya.

Kunci untuk unit apartemen adalah sesuai dengan biaya (budget) yang mereka siapkan dan pengembang dapat dipercaya.

"Karena dua faktor ini yang nanti akan membedakan apakah apartemen itu bisa diserap lebih cepat atau tidak. Sebenarnya kalau kita lihat kenyataannya banyak proyek TOD itu memang masih mengalami beberapa masalah dengan delivery time-nya terutama," ujarnya.

Lebih lanjut, Ferry menyampaikan saat ini tipe apartemen yang cukup banyak diincar pasar adalah tipe untuk kelas menengah ke bawah. Namun, di pasaran stok unik untuk kelas tersebut sangat terbatas atau bahkan sudah tidak ada.

Ferry berharap masalah ini bisa mendapat perhatian serius dari masyarakat. Apabila pemerintah mau menggencarkan pembangunan rusun subsidi di lahan negara atau memberikan skema pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat, sektor ini menarik banyak peminat nantinya.

"Jadi yang paling memungkinkan adalah bagaimana pemerintah bisa memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki oleh institusi pemerintah, seperti BUMN ataupun dari pemerintah daerah sendiri. Tanah-tanah yang masih belum dimanfaatkan, itu dimanfaatkan dan juga bisa dibangun apartemen bersubsidi dan tentunya bisa menjangkau market yang lebih luas ataupun dengan skema yang lebih mudah untuk diserap, seperti misalnya skema sewa dulu kemudian baru ada opsi untuk dibeli," usulnya.




(aqi/aqi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads