Desa Ini Hampir Mati gegara Banyak Rumah yang Dihuni Cuma Saat Liburan

Desa Ini Hampir Mati gegara Banyak Rumah yang Dihuni Cuma Saat Liburan

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 08 Apr 2026 06:46 WIB
Permukiman yang dihuni oleh penduduk asli desa di Beadnell, Northumberland, Inggris
Permukiman yang dihuni oleh penduduk asli desa di Beadnell, Northumberland, Inggris. Foto: via BBC
Jakarta -

Penduduk asli desa di Beadnell, Northumberland, Inggris sempat ramai dibicarakan karena menolak ada hunian baru dibangun di wilayah mereka. Syarat jika ingin membangun rumah baru di desa mereka adalah rumah tersebut ditempati dan jadi rumah utama.

Keputusan ini telah didukung oleh pemerintah setempat pada 2018 lalu karena jumlah penduduk asli di desa tersebut sangat sedikit daripada jumlah rumah yang dibangun. Dilansir Daily Mail, menurut sensus setempat tahun 2021, sekitar 61 persen dari sekitar 750 rumah di desa tersebut adalah rumah kedua atau rumah liburan. Jumlahnya meningkat dari 55 persen pada tahun 2011. Hal ini wajar karena lokasi desa ini di pinggir pantai di Timur Inggris.

Warga lama di desa tersebut, Jennifer Hall (75), mengatakan warga di sana bukan membenci rumah-rumah kosong yang diisi ketika liburan atau sesuai keperluan saja. Mereka mempermasalahkan pada musim-musim tertentu di beberapa area di desa itu terlihat gelap karena bangunan di sekitarnya kosong tanpa lampu yang menyala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak membenci rumah liburan dan saya sama sekali tidak membenci rumah kedua. Namun, di musim dingin ketika tidak ada lampu yang menyala, tempat itu bisa terasa sangat sepi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Pada saat seperti itu, ia berpikir bahwa jika hal ini dibiarkan nantinya desa ini akan jadi desa mati karena tidak ada seorang pun yang tinggal di sana.

Dilansir BBC, Beadnell, Bamburgh, dan Seahouses bekerja sama untuk membuat Rencana Lingkungan Pesisir Northumberland Utara.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah persyaratan bahwa semua rumah yang dibangun di lahan baru harus disertai dengan batasan hukum bahwa rumah tersebut hanya dapat digunakan sebagai tempat tinggal permanen.

Menurut Hall, kebijakan tersebut memberikan hasil positif, dengan jumlah penduduk meningkat lebih dari 10 persen.

"Ini benar-benar membawa kehidupan baru. Kami memiliki beberapa klub baru di desa, dan taman bermain baru yang bagus," ujarnya.

Di antara pendatang baru tersebut ada yang sudah lanjut usia, sekitar 60 tahunan. Umur tidak membatasi mereka. Setiap bulan mereka aktif menyelenggarakan klub anggur dan klub buku.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads