Rencana Bangun Rusun Batal, 324 Warga Bantaran Rel Senen Bakal Dapat Rumah

Rencana Bangun Rusun Batal, 324 Warga Bantaran Rel Senen Bakal Dapat Rumah

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 04 Apr 2026 09:03 WIB
Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait
Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Foto: Dok Biro Komunikasi Kementerian PKP
Jakarta -

Pemerintah hendak membangun hunian yang layak untuk warga bantaran rel di kawasan Senen. Rencananya 324 KK akan mendapat rumah yang akan rampung pada 15 Juni 2026.

Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria kembali mengunjungi kawasan Senen pada Kamis (2/4/2026) untuk melihat kelanjutan proses pembangunan rumah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Dony menegaskan bahwa hunian yang akan dibangun bukan rumah susun (rusun), melainkan rumah tapak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Jadi ini yang dibangun ini apa?) Kita sebut hunian," kata Dony kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait seperti dikutip detikcom dari Instagram @maruararsirait, pada Jumat (3/4/2026).

Pembangunannya akan memakai lahan milik Angkasa Pura seluas 5.600 meter persegi. Pengerjaan akan dibantu oleh BUMN konstruksi seperti Hutama Karya, PP, dan WIKA.

ADVERTISEMENT

"Hari ini sesuai janji kami kemarin, kita mulai proses pembangunan hunian. Ada tim dari Hutama Karya, PP, dan WIKA yang bekerja. Kurang lebih 470 orang kita turunkan di lokasi ini. Target penyelesaian kita tanggal 15 Juni 2026 dan bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan," ujar Dony.

Perwakilan BUMN konstruksi, yakni Hutama Karya menjelaskan bahwa rumah pengganti yang akan dibangun akan terdiri dari 1 ruangan dengan 2 tempat tidur dan lemari.

"Satu rumah itu ukurannya 4,5 x 4,5 meter. Hanya satu ruangan plong gitu pak. Hanya dilengkapi dengan 2 tempat tidur dan lemari serta kipas angin," ujar salah satu perwakilan Hutama Karya.

Total ada 324 unit yang akan dibangun dengan 2 lokasi permukiman. Di antara hunian tersebut akan ada ruang terbuka untuk taman bermain anak-anak. Setiap rumah juga akan mendapatkan air dari PDAM dan listrik.

"Luas tanah 5.600 meter persegi. Di lokasi ini rencananya kami bangun 172 unit terus yang area depan 152 unit, total 324 unit. Dengan kondisi, masjid di sini tidak dibongkar, terus di sini adalah taman untuk anak-anak," lanjutnya.

Sementara itu, Ara menyampaikan permukiman di bantaran rel di kawasan Senen sudah masuk tahap clearing area. Desain bangunannya juga sudah siap.

"Kemarin kita rapat dengan Pak Dony di Gedung BP BUMN sebagai Kepala Badannya, kemudian juga bersama BUMN yang memiliki tanah ini, yaitu Angkasa Pura. Hari ini saya senang sekali melihat kesiapan yang sangat cepat. Prosesnya sudah berjalan, bahkan sudah ada yang mulai clearing. Pegawai juga sudah mulai bekerja dan gambarnya juga sudah diberikan dengan rencana yang jelas," ucap Ara.

Setelah di kawasan Senen, pembangunan hunian yang layak juga akan dilanjutkan ke Tanah Abang dan Kampung Bandan pada akhir pekan ini.

"Nanti hari Minggu jam 3 sore, Pak Dony dan saya akan bertemu di lahan milik Kereta Api di Tanah Abang dan Kampung Bandan. Ini menunjukkan negara hadir, BUMN hadir, dan ada dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemda DKI Jakarta dalam perizinan. Ini kolaborasi yang baik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kita bekerja cepat sehingga warga yang tinggal di bantaran rel bisa segera menempati hunian yang layak," terang Ara.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads