Program bedah rumah atau bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tahun ini akan dilakukan pada 400.000 rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia. Rencananya, bedah rumah itu akan dilakukan secara bertahap.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan, tahap pertama ini akan dilakukan serentak setelah verifikasi rumah tidak layak huni dilakukan. Rencananya, bulan April ini akan dimulai renovasi 83.000 unit rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia, termasuk rumah milik Sahlan, Ahmad, dan Sumiyati, warga di Pete, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten yang rumahnya baru saja ditinjau oleh Kementerian PKP untuk program bedah rumah.
"(BSPS di sini mulai sejak kapan?) Tanggal 15 April. (Termasuk untuk 3 rumah di sini?) Semua. Semuanya kita siapkan. Pokoknya setelah verifikasi, langsung jalan," katanya kepada awak media di Pete, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan, setelah itu akan berjalan tahap 2 pelaksanaan BSPS, diperkirakan bulan Mei.
"Seluruh Indonesia, 83.000 (rumah tak layak huni direnovasi). Jadi April genjot, nanti kita mulai lagi tahap berikutnya Mei, jadi kita genjot, jalan. 83.000 verifikasi, jalan lagi, jalan lagi, sampai 400.000," tuturnya.
Salah satu rumah yang akan di renovasi adalah milik Sumiyati. Rumah yang ditempatinya bisa dibilang sangat tidak layak karena minim penerangan, bahkan sebagian lantainya masih berupa tanah.
Atapnya juga rusak dan masih berupa seng, bagian dalamnya tak ada plafon dan ada beberapa bagian yang bocor sehingga ketika hujan airnya bisa langsung masuk ke dalam rumah.
Wanita berusia 38 tahun ini sudah tinggal di sana seumur hidupnya. Ia tinggal di sana bersama 4 anaknya dan suaminya.
"(Di sini kalau hujan) ada bocor, banyak," katanya.
Sementara itu, suaminya, Daman, mengaku baru mengetahui rumahnya mendapat bantuan bedah rumah seminggu yang lalu. "Seminggu ini, baru (dikasih tahu)," tuturnya.
Penerima bantuan BSPS di kawasan Pete, Tigaraksa ini merupakan desil 1 atau kategori sangat miskin. Mereka akan mendapatkan bantuan senilai Rp 20 juta untuk renovasi rumah.
Sebagai informasi, alokasi pemberian BSPS di Banten ada 3.322 unit dengan rincian 2.258 unit di perdesaan, 540 unit di kawasan pesisir, dan 524 unit di perkotaan.
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti serta Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari.
(abr/zlf)











































