Di Kolombia, ada satu kota yang dulunya terkenal sebagai permukiman kumuh dan kawasan dengan kriminalitas tinggi. Adalah Medellin yang terkenal sebagai salah satu kota paling berbahaya di dunia dengan kawasan kumuh tersebar di lereng-lereng bukit. Namun kini, kota ini telah berubah menjadi kota yang berinovasi.
Dilansir dari Planete Energies, Medellin berhasil memulihkan citranya melalui kebijakan yang berfokus pada transportasi publik dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan. Pendekatan ini tak hanya mengubah wajah fisik kota, tetapi juga memperbaiki kondisi sosial masyarakatnya.
Sebagai kota terbesar kedua di Kolombia setelah Bogota, Medellin dihuni sekitar 3,7 juta penduduk. Letaknya yang berada di cekungan dengan lereng curam membuat kawasan pinggiran menjadi tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah, yang selama puluhan tahun berkembang tanpa perencanaan matang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada masa lalu, pertumbuhan kota yang tidak terkendali memicu munculnya ribuan hektare permukiman kumuh. Kawasan ini minim infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, hingga akses transportasi. Tak hanya itu, wilayah ini juga kerap menjadi wilayah yang dikuasai kelompok kriminal, termasuk kartel narkoba.
Melansir data dari Journal Cities & Health berjudul The Transformation of Medellin into a 'City for Life:' insights for healthy cities yang ditulis oleh Jason Corburn, salah satu masalah utama Medellin di awal 2000 adalah tingginya angka kemiskinan dan hunian yang tidak layak.
Pada tahun 2002, sekitar 36 persen penduduk hidup dalam kemiskinan, dengan banyak rumah yang tidak memiliki legalitas serta minim infrastruktur dasar. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam pengembangan sektor permukiman dan properti di kota tersebut.
Perubahan besar mulai terjadi ketika pemerintah kota mulai menerapkan konsep 'perencanaan kota sosial'. Konsep ini fokus pada pengentasan kemiskinan melalui pembangunan yang terintegrasi antara aspek fisik dan sosial.
Pemerintah meluncurkan program yang fokus pada peningkatan kawasan kumuh tanpa melakukan penggusuran. Program ini mencakup perbaikan rumah, penyediaan air bersih, sanitasi, serta legalisasi kepemilikan lahan bagi warga.
Tak hanya itu, salah satu langkah paling ikonik adalah pengembangan sistem transportasi publik yang inovatif. Medellin menghadirkan Metrocable, yaitu kereta gantung yang menghubungkan kawasan lereng dengan pusat kota, serta dilengkapi metro, bus berkapasitas besar, dan trem khusus untuk medan curam.
Transportasi ini bukan sekadar alat mobilitas, tetapi juga menjadi simbol inklusi sosial. Kawasan yang dulunya terisolasi kini lebih terhubung, membuka akses warga terhadap pekerjaan, pendidikan, dan layanan publik.
Selain itu, konsep Proyectos Urbanos Integrales (PUI) hadir sebagai pendekatan yang lebih menyeluruh. Program ini mengintegrasikan pembangunan hunian dengan transportasi, ruang publik, serta fasilitas sosial seperti sekolah, taman, dan pusat komunitas.
Hasilnya, transformasi Medellin tak hanya terlihat dari infrastruktur modern, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Tingkat kemiskinan turun drastis menjadi 14,3 persen pada 2015. Kawasan juga menjadi lebih aman dan permukiman yang dulu terpinggirkan kini menjadi bagian dari kota yang inklusif dan inovatif.
