Saat menyewa rumah, tentu yang dibayangkan akan mendapat ruangan kosong atau ada beberapa perabotan dengan kondisi yang baik. Tapi tidak dengan rumah yang satu ini.
Di Australia, seorang Ibu menyewa rumah dengan harga AUD 750 atau Rp 8,7 juta (kurs Rp 11.695) per minggu. Ini lebih mahal dari rata-rata harga sewa nasional.
Dilansir dari Realestat.com.au, berdasarkan data terbaru PropTrack, harga sewa rumah rata-rata nasional berada di angka AUD 650 atau Rp 7,6 juta per minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan biaya sewa yang mahal, tentu hunian yang diharapkan dalam keadaan baik. Tapi ketika sampai di rumah sewa itu justru terlihat seperti tidak pernah diurus dan berantakan bak 'kapal pecah'.
Sewa rumah mahal tapi dalamnya bak kapal pecah Foto: Facebook via Realestat.com.au |
Pada bagian luar, tampak rumput liar tumbuh tinggi. Hal ini seperti rumah tak pernah dirawat oleh pemiliknya.
Pintu luar rumah tidak bisa ditutup rapat, keran dapur lepas, barang-barang berserakan, bahkan ada serangga di dalam pintu. Belum lagi, bagian toiletnya tampak seperti tak pernah dibersihkan selama bertahun-tahun.
Bagian toilet. Foto: Facebook via Realestat.com.au |
"Anak-anak saya mengidap autisme dan tempat ini harus benar-benar layak sebelum kami bisa pindah," tulis wanita tersebut, dikutip dari Realestat.com.au.
Hal ini sontak membuat heboh netizen karena harga sewa yang mahal tapi rumah yang didapatkan tidak sepadan. Ada juga yang menyarankan untuk mengambil banyak foto untuk menjadi bukti yang sah untuk pembatalan sewa.
(abr/das)












































