Sulitnya mendapatkan rumah dengan harga terjangkau, memaksa beberapa orang nekat tinggal di hotel. Menariknya, tinggal di hotel malah jadi lebih murah dibanding sewa rumah.
Mungkin bagi orang awam keputusan ini tidak menguntungkan karena biaya menginap di hotel umumnya lebih mahal daripada sewa rumah. Namun, di beberapa kota, biaya tinggal di hotel jauh lebih murah daripada di rumah sewa lho.
Dilansir The New York Post, sepasang suami istri, Maranda Bowers (47) dan suaminya, John (40) mengungkapkan sudah 2 tahun belakangan ini hidup di sebuah kamar hotel. Pasangan itu mengaku hanya perlu membayar US$ 307 atau setara dengan Rp 5,1 juta (kurs Rp 16.900) per minggu untuk kamar hotel dengan satu tempat tidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan biaya Rp 5,1 juta tersebut mereka sudah mendapatkan listrik, air, internet, dan parkir gratis. Lalu, ada jasa bersih-bersih kamar dan ganti seprai gratis. Jika dihitung-hitung, mereka bisa menghemat US$ 12.000 atau Rp 202 juta per tahun atau US$ 1.000 atau Rp 16 juta per bulan karena tinggal di hotel.
Hotel yang kini ditempari oleh Maranda dan suami Foto: Maranda Bowers / SWNS via NY Post |
Maranda mengungkapkan alasan mereka tiba-tiba pindah ke hotel sejak 2023 lalu karena suaminya mengalami kecelakaan kerja dan tidak bisa bekerja lagi karena tangan kanannya cedera. Saat ini dirinya yang harus menjadi tulang punggung keluarga dan merasa uang sewa rumah mereka US$ 2.300 per bulan atau Rp 38 juta per bulan cukup memberatkan.
Setelah pindah ke hotel, ia mengajukan masa sewa selama 6 bulan dan terus meminta perpanjangan. Selain biayanya yang murah dan bisa dibayarnya tiap minggu, di unit mereka juga tersedia dapur kecil sehingga untuk makan sehari-hari mereka bisa memasak.
Ia berharap sisa penghasilannya yang tengah ditabungnya saat ini ke depannya cukup untuk membeli rumah mungil dan sebidang tanah.
"Keuntungan terbesar dari kehidupan di hotel adalah Anda tidak perlu menghabiskan ribuan dolar untuk sewa. Anda tidak perlu menyiapkan uang jaminan atau membayar sewa satu bulan di muka," kata Maranda seperti dikutip detikcom pada Kamis (26/3/2026).
"Saat saya memesan masa inap enam bulan di hotel ini, saya tahu tagihan maksimal saya adalah US$ 307 per minggu. Mengumpulkan US$ 307 per minggu jauh lebih mudah daripada membayar sewa dan tagihan listrik setiap bulan," lanjutnya.
Maranda sendiri saat ini tengah bekerja sebagai pemilik perusahaan jasa kebersihan.
"Kami ingin hidup sederhana, berlibur, dan menjalani hidup kami daripada menginvestasikan semua uang kami ke rumah yang besar. Anak-anak kami sudah dewasa, kami tidak punya anak kecil lagi, hidup berkelompok tidak lagi mengganggu kami," ujarnya.
(aqi/das)











































