China berada di garis terdepan dan mendominasi dalam pembangunan gedung pencakar langit. Pada 2026, negara ini tak hanya memimpin jumlah gedung tinggi yang telah selesai dibangun, tetapi juga memiliki ribuan proyek baru dalam tahap perencanaan dan konstruksi. Hal ini memperlihatkan cepatnya urbanisasi sekaligus kemajuan teknologi konstruksi yang berkembang di kawasan Asia.
Berdasarkan data laporan statistik dari Skycraper Center, dunia telah menyelesaikan total 2.583 gedung dengan ketinggian lebih dari 200 meter hingga akhir 2025, termasuk 253 gedung super tinggi dengan ketinggian di atas 300 meter. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dalam satu dekade terakhir, yang mana jumlah gedung tinggi global telah berlipat ganda sejak 2017.
Tercatat saat ini, terdapat 401 gedung dengan ketinggian lebih dari 200 meter yang masih dalam tahap pembangunan. Hal ini menandakan bahwa tren pembangunan vertikal masih akan terus berlanjut, terutama di negara-negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi pesat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 2025 terdapat 141 gedung tinggi baru yang selesai dibangun, meningkat 2,2 persen dibandingkan tahun 2024. Pencapaian ini juga menandai tahun ke 12 berturut-turut di mana lebih dari 100 proyek gedung tinggi berhasil diselesaikan secara global.
China mendominasi dengan 1.361 proyek berada di negaranya dari total 2.583 gedung tinggi dunia. Dominasi ini menjadikan China sebagai pusat utama pembangunan vertikal global, jauh melampaui negara lain dalam hal jumlah maupun kecepatan pembangunan.
Kota Shenzhen mencatat sejarah sebagai kota pertama di dunia yang memiliki lebih dari 200 gedung dengan ketinggian di atas 200 meter. Bahkan, kawasan perkotaan Delta Sungai Mutiara di China sudah memiliki lebih dari 300 gedung tinggi, sehingga menjadikannya sebagai pusat utama gedung pencakar langit di dunia.
Asia semakin memperkuat posisinya dengan menguasai 62 gedung dalam daftar 100 gedung tertinggi di dunia pada 2025. Sementara itu, kawasan lain seperti Timur Tengah memiliki 18 gedung, Amerika Utara 14 gedung, Eropa 5 gedung, dan Afrika hanya 1 gedung dalam daftar tersebut.
Kota-kota besar seperti New York dan Hong Kong juga mencatat pencapaian penting dengan masing-masing melampaui 100 gedung setinggi lebih dari 200 meter pada 2025. Keduanya menjadi kota ketiga dan keempat di dunia yang mencapai tonggak tersebut.
Gedung tertinggi yang selesai dibangun pada 2025 adalah kantor pusat global JPMorgan Chase di New York dengan ketinggian mencapai 423 meter. Kehadiran gedung ini menunjukkan bahwa meskipun Asia mendominasi, Amerika Serikat masih berperan dalam proyek-proyek ikonik berskala global.
Tren pembangunan gedung tinggi juga menunjukkan pergeseran geografis. Banyak kota di Amerika Utara seperti Chicago, Toronto, hingga Minneapolis tidak lagi membangun gedung tertingginya dalam lebih dari 50 tahun, sementara kota-kota di China justru terus memperbarui rekor sejak 2008. Hal ini mempertegas bahwa pusat pertumbuhan pencakar langit dunia kini telah bergeser ke Asia dengan China sebagai motor utamanya.
