Harga rumah di Jakarta Utara (Jakut) mengalami penurunan bahkan hingga ratusan juta. Hal ini terjadi karena adanya risiko beberapa wilayah Jakut berisiko terkena banjir rob.
Berdasarkan laporan Pinhome dalam Indeks Harga Jual Properti Kuartal 4 2025, harga rumah di Jakarta Utara khususnya untuk tipe 121-200 di Tanjung Priok Rp 3,3 miliar dan di Cilincing Rp 1,7 miliar. Harga tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kuartal 4 2024.
Pada kuartal 4 2024, indeks harga rumah tipe 121-200 di Tanjung Priok Rp 3,5 miliar sementara di Cilincing Rp 1,8 miliar. Artinya, terjadi penurunan harga sekitar 5 persen atau sekitar Rp 100-200 juta dalam satu tahun, baik di wilayah Tanjung Priok maupun di Cilincing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu saja, pada beberapa tipe rumah lainnya juga mengalami penurunan harga. Misalnya untuk tipe rumah <= 54 di Cilincing pada kuartal 4 2024 indeks harganya Rp 499 juta, pada periode yang sama tahun 2025 harganya Rp 495 juta. Lalu untuk tipe 55-120 pada kuartal 4 2024 indeks harganya Rp 1,19 miliar, pada periode yang sama pada 2025 indeks harganya jadi Rp 1,1 miliar.
Perbandingan Harga Kuartal per Kuartal
Di sisi lain, kalau dibandingkan per kuartal yaitu pada kuartal 4 dan kuartal 3 2025, indeks harga rumah di Jakarta Utara juga mengalami penurunan untuk daerah dan tipe tertentu.
Misalnya di Tanjung Priok untuk tipe 55-120 turun dari Rp 2,1 miliar menjadi Rp 2 miliar atau turun 5 persen. Hal yang sama juga terjadi pada rumah tipe 121-200 dari Rp 3,4 miliar turun jadi Rp 3,3 miliar atau turun 3 persen.
Sementara di Cilincing, untuk tipe rumah <=54 turun dari Rp 499 juta jadi Rp 495 juta atau turun 1 persen. Lalu untuk tipe 121-200 harganya turun dari Rp 1,75 miliar menjadi Rp 1,7 miliar atau turun 3 persen.
Penurunan indeks harga rumah kuartal 4 2025 dengan kuartal 3 2025 terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap banjir rob pada akhir tahun 2025, ketika BMKG dan BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan potensi pasang maksimum air laut akibat fase Bulan Purnama dan perigee (titik terdekat bulan ke bumi). Risiko lingkungan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi pembeli, khususnya pada segmen menengah.
(abr/das)










































