Serangan rudal operasi militer Israel dan Amerika Serikat (AS) telah menghancurkan sebuah arena olahraga besar di Teheran. Stadion dalam ruangan berkapasitas 12 ribu tempat duduk hancur lebur setelah terkena serangan pada Kamis pagi (5/3).
Berdasarkan laporan dari Iran International News, serangan rudal itu menghancurkan arena dalam ruangan yang memiliki kapasitas 12 ribu kursi di Kompleks Olahraga Azadi, Teheran. Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) menyebut hampir seluruh bagian aula dan bangunan telah hancur lebur.
Arena olahraga tersebut mengalami kerusakan parah setelah dihantam rudal di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Stadion dalam ruangan Azadi yang sebelumnya digunakan untuk berbagai pertandingan olahraga kini hanya menyisakan sebagian kecil struktur bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari The Sun, Rabu (11/3/2026), serangan tersebut membuat sebagian besar bangunan stadion runtuh. Dalam rekaman yang beredar, memperlihatkan kondisi arena yang porak-poranda, dengan atap dan struktur utama telah ambruk akibat ledakan rudal yang menghantam kompleks tersebut.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada stadion utama. Beberapa bangunan dan fasilitas lain di area kompleks olahraga juga terdampak, termasuk asrama atlet dan gedung baru milik Federasi Balap Sepeda Iran yang berada di sekitar lokasi.
Selain itu, fasilitas olahraga lain di kawasan tersebut juga mengalami kerusakan. Kolam renang di kompleks olahraga dilaporkan rusak. Sementara sejumlah bangunan di sekitarnya mengalami pecah jendela akibat dampak ledakan.
Berdasarkan laporan, beberapa fasilitas olahraga di berbagai kota sebelumnya disebut-sebut digunakan oleh pihak berwenang untuk menampung pasukan militer, kendaraan, serta peralatan keamanan. Langkah itu dilakukan untuk melindungi aset militer dari kemungkinan serangan udara oleh AS dan Israel.
Arena Indoor Azadi sendiri merupakan salah satu fasilitas olahraga paling penting di Iran. Stadion ini kerap digunakan untuk pertandingan bola voli, gulat, futsal, serta bola basket, sekaligus menjadi markas bagi tim nasional bola voli Iran.
Serangan terhadap gedung dan fasilitas olahraga itu menuai reaksi dari pejabat olahraga setempat. Presiden Federasi Dayung Iran, Alireza Sohrabian, menilai penghancuran fasilitas olahraga dan pendidikan bertentangan dengan prinsip perlindungan infrastruktur sipil dalam konflik bersenjata.
"Penghancuran arena olahraga, pendidikan, dan perawatan kesehatan secara tegas dilarang oleh Palang Merah di masa perang, namun hari ini kita menyaksikan serangan langsung terhadap tempat olahraga di Stadion Azadi," ujarnya seperti dikutip The Sun.
Sementara itu, konflik berkepanjangan yang terus memanas di Timur Tengah juga mulai berdampak pada berbagai kegiatan olahraga di kawasan tersebut. Sebelumnya, sebuah turnamen tenis di Fujairah, Uni Emirat Arab, terpaksa dihentikan setelah puing-puing dari drone yang dicegat memicu kebakaran di dekat lokasi pertandingan.
Simak juga Video 'Iran: 11 Hari Agresi AS-Israel Akibatkan 1.300 Lebih Warga Sipil Tewas!':
(das/das)










































