Penyanyi Katon Bagaskara membagikan video rumahnya yang mengalami banjir pada Minggu (8/3). Ia sampai mengeluhkan banjir kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung melalui media sosial.
Dikutip dari Instagram @katonbagaskara, Katon mengatakan air banjir masuk ke dalam rumah, menggenangi kamar mandi dan kamar tidur. Halaman rumahnya pun penuh air seperti kolam.
"Ya ampun air udah masuk semua nih. Rembes dari bawah, ya Tuhan," ucapnya dalam video tersebut dilihat, Selasa (10/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun meminta pertolongan kepada Pramono dan Wali Kota Jakarta Selatan. Dalam caption unggahan itu, ia mengatakan area kompleks rumahnya banjir. Ia meminta segera ada solusi agar tidak sering terjadi banjir ketika hujan deras yang lama.
Rumah Katon Bagaskara kebanjiran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Instagram @katonbagaskara |
"Tolong banget Pak Gubernur (Jakarta Pramono Anung), please-please help me, tolong," ucapnya dalam video tersebut dilihat, Selasa (10/3/2026).
Saat dihubungi detikProperti, Katon mengatakan rumahnya di kawasan Kompleks Sinabung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan banjir. Malam itu hujan mengguyur deras hingga dini hari. Ia pun baru mendapati rumah banjir pada pukul 2.00 WIB.
"Waktu saya mau ke toilet, di kamar tidur belum ada air. Pas saya lihat, wah! Kamar mandinya udah keisi air semua. Rembesan dari lantai kamar mandi," kata Katon kepada detikProperti, Selasa (10/3/2026).
Ia mengatakan bangunan rumahnya satu meter lebih tinggi dari jalan. Rumah itu memiliki tanggul pada pintu-pintunya, serta lubang kamar mandi tertutup. Namun, air tetap masuk melalui lantai.
Semua ruangan rumah tergenang air, termasuk kamar mandi, kamar tidur, dan studio. Ketinggian banjir sekitar 5 cm di dalam rumah.
Tak dapat berbuat apa-apa, Katon hanya bisa mengamankan barang-barang. Ia menaikkan barang yang di lantai ke tempat yang lebih tinggi.
Lalu, hujan berhenti sekitar pukul 4.00 WIB dan banjir akhirnya surut dua jam kemudian. Ia pun membersihkan rumah bersama asisten rumah tangga (ART).
Di samping itu, ia membagikan video rumah kebanjiran sekaligus meminta pertolongan Pemerintah Kota Jakarta, termasuk Pramono melalui media sosial. Ia menyebut sebelumnya pernah menyampaikan keluhan kepada Kelurahan dan Dinas Sumber Daya Air Jakarta.
"Saya jadi mulai agak curhat. (Minta tolong ke) Pak Pram (Pramono) juga di Instagram," ucapnya.
Ia sebenarnya mengusulkan agar pemerintah setempat dapat menyediakan sejumlah pompa air buat mencegah banjir. Pompa tersebut mengalirkan air ke sungai utama kalau sungai setempat sudah penuh.
"Saya bilang untuk membuat titik-titik pompa di lokasi strategis yang otomatis nyala kalau air sudah penuh di sungai. Jadi bisa nyedot air dari kompleks langsung ke kali utama, bukan sungai yang di belakang," imbuhnya.
Menurutnya, banjir terjadi akibat kali di dekat rumahnya meluap saat hujan deras. Kali tersebut sudah tidak dapat menampung air yang berlebih.
"Kalau banjir udah pasti air kali di belakang kita kan namanya Kali Grogol. Kali Grogol itu tadinya dalam banget dan itu kan penampungan dari segala macam pembuangan air," ujar Katon.
Katon juga menceritakan ini bukan kali pertama mengalami banjir di rumah. Sebelumnya, banjir pernah melanda rumah pada 2020 dan 2025. Ia merasa banjir mulai terjadi sejak ada banyak apartemen di kawasan tempat tinggalnya.
"Memang waktu dari tahun 2000 ke 2020, itu kan apartemen nggak banyak dibangun. Apartemen-apartemen ini sekarang di dekat perumahan saya, dibangun di jalan Arteri, Pondok Indah ini. (Air hujan) larinya kan ke Kali Grogol semua," tuturnya.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)












































