Pengembang kawasan Summarecon Agung berambisi untuk menjadikan kawasan Summarecon Serpong menjadi magnet properti di barat Jakarta dengan menghadirkan kawasan terintegrasi yang lengkap. Kota ini digadang bisa menjadi kota terpadu yang menghadirkan ekosistem perkotaan yang menggabungkan hunian, fasilitas komersial, pendidikan, hingga ruang publik yang dirancang untuk mendukung aktivitas produktif sekaligus edukatif.
Summarecon Serpong berdiri di atas lahan sekitar 850 hektare yang sudah dilengkapi lebih dari 12 ribu unit rumah, sekitar 6 ribu unit apartemen, 1.800 kavling perumahan, serta sekitar 2 ribu unit ruko yang menjadi pusat aktivitas bisnis dan komersial di kawasan tersebut.
Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur mengatakan, pengembangan kawasan ini tak hanya fokus pada pembangunan properti semata, tapi juga menciptakan ruang hidup yang mampu berkembang dalam jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beragam akses menuju Summarecon Serpong diyakini akan semakin meningkatkan nilai kawasan dan merangsang tumbuhnya berbagai potensi bisnis," ujar Albert saat buka puasa bersama media di Serpong, Tangerang, Rabu (11.3.2026).
Selain hunian, lanjut Albert, pengembang juga sudah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang kawasan seperti beberapa mal, perkantoran, rumah sakit, pusat pendidikan dasar hingga universitas.
Selain menghadirkan hunian dan fasilitas komersial, Summarecon Serpong juga mengembangkan ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan sebagai destinasi rekreasi keluarga, salah satunya melalui pengembangan SQP Park. Area ini sebelumnya merupakan ruang terbuka hijau yang kemudian dikelola dan dikembangkan menjadi kawasan rekreasi edukatif bagi masyarakat.
Center Head SQP Park, Alese Sandria mengatakan, pengembangan taman tersebut dilakukan dalam dua tahun terakhir untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong agar bermanfaat sekaligus menghadirkan ruang edukasi bagi anak-anak dan keluarga.
"Tadinya kan (ruang terbuka hijau) sebenarnya (lahan) free, tapi karena banyak disalahgunakan akhirnya kami coba manage supaya lebih baik dan rapi," kata Alese kepada Media di SQP Park, Gading Serpong, Tangerang, Selasa (10/3/2026).
Menurut Alese, SQP Park tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga dirancang sebagai ruang belajar yang interaktif melalui berbagai program edukasi. Di dalamnya terdapat area terbuka yang memadukan alam, zona tematik menarik, satwa lucu mulai dari alpaca, capybara, raccoon, hingga kuda poni, serta wahana petualangan.
Ke depan, konsep ruang rekreasi edukatif tersebut juga direncanakan akan dikembangkan di kota lain. Alese mengatakan pihaknya tengah menyiapkan blueprint pengembangan SQP Park di Bandung dengan luas lahan sekitar 5 hingga 8 hektare dan direncanakan dibangun dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan pengembangan hunian dan fasilitas yang dinamis, Summarecon Serpong terus berupaya mewujudkan visinya sebagai kawasan kota terpadu. Kawasan ini menawarkan keseimbangan antara kehidupan modern, aktivitas produktif, serta pengalaman rekreasi yang mendidik bagi masyarakat.
(zlf/zlf)











































