Selain mengembangkan kawasan hunian, pengembang properti juga berkewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial pengembang untuk masyarakat.
Kondisi sungai di Indonesia yang mayoritas masih tercemar menjadi perhatian khusus pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup. Pada akhir pekan lalu, sejumlah pihak melakukan upaya pelestarian aliran sungai Cisadane di Tangerang, termasuk dari kalangan pengembang.
Kawasan komersial The Flavor Bliss milik PT Alam Sutera Realty Tbk, menyumbangkan 7.000 liter eco enzyme untuk komunitas Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI). Aksi ini bahkan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai kegiatan penuangan eco enzyme terbanyak di satu aliran sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir pula sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, serta perwakilan kementerian dan pemerintah daerah.
Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk, Andre Simandjaja, mengatakan penuangan eco enzyme merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemulihan kualitas lingkungan, khususnya ekosistem sungai yang mengalami pencemaran.
Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas air sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang masih memanfaatkan Sungai Cisadane untuk aktivitas sehari-hari.
"Dengan aksi nyata penuangan eco enzyme di kawasan Sungai Jeletreng, diharapkan dapat membantu merevitalisasi ekosistem sungai serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya," ujar Andre dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Eco enzyme yang digunakan dalam kegiatan ini diproduksi secara mandiri dari limbah sayur dan kulit buah yang berasal dari aktivitas di kawasan Flavor Bliss dan Pasar 8 Alam Sutera. Pemanfaatan limbah organik ini menjadi salah satu langkah pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Sebelum kegiatan ini, Flavor Bliss Alam Sutera juga menggandeng siswa-siswi Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera dalam program edukasi lingkungan bertajuk Community School - Unity in Action. Dalam kegiatan yang berlangsung sepanjang Februari 2026 tersebut, para siswa turut menyalurkan sekitar 1.000 liter eco enzyme ke Sungai Cisadane.
(zlf/das)











































