Rumah Dekat dengan Titik Longsor? Buruan Pindah Sebelum Terlambat

Rumah Dekat dengan Titik Longsor? Buruan Pindah Sebelum Terlambat

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Senin, 09 Mar 2026 15:28 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Banjir & Longsor 2018 (Fuad Hasim/detikcom)
Ilustrasi longsor. Foto: (Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta -

Bencana yang kerap mengintai saat musim hujan adalah tanah longsor. Penyebabnya tanah tergerus air atau terjadi penurunan tanah secara mendadak.

Hal ini jauh lebih buruk dari banjir. Sebab, longsor dapat menghancurkan rumah sampai tak berbentuk dan bisa mengancam nyawa. Penghuninya bisa tertimbun tanah, beton rumah, hingga terbawa arus sungai jika rumah ambruk ke sungai dan kali.

Hujan beberapa hari ini harus ditanggapi serius, terutama bagi rumah yang berada di lahan pinggir gunung, bukit, sungai, dan kali. Apabila ada tetangga yang rumahnya ambruk akibat longsor atau mulai muncul banyak retakan pada dinding dan lantai, itu merupakan pertanda penghuni rumah di sekitarnya harus pindah secepatnya sebelum area tanah longsor tersebut menyebar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto mengatakan ada kemungkinan rumah di sekitar juga menjadi korban longsor berikutnya.

Terpisah, arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan mengatakan tinggal di dekat titik longsor umumnya memiliki masalah tanah serupa. Jika tidak memungkinkan untuk pindah rumah, ia menyarankan rumah di sekitar titik longsor untuk memperkuat struktur dan mengecek kelayakan tanah serta bangunannya.

ADVERTISEMENT

Salah satu cara menguatkan struktur bangunannya adalah dengan melakukan sondir, yakni jenis pengujian lapangan yang digunakan untuk memperoleh data tanah sesuai dengan kedalamannya. Dengan uji sondir secara teknis profil tanah dapat diperoleh secara jelas, mudah, dan ekonomis. Pengukurannya harus dilakukan oleh ahli ilmu geoteknik.

"Bila tidak disondir, bila tidak dilakukan proses penyelidikan tanah, tinggal tunggu waktunya rumah-rumah yang di sampingnya juga mengalami proses pergeseran tanah yang sama seperti itu," kata Denny kepada detikcom pada Senin (9/3/2026).

Bangunan yang berada di pinggiran gunung atau sungai memerlukan kondisi tanah yang padat agar minim pergerakan. Saat hujan seperti sekarang, beberapa jenis tanah bisa jadi lebih lunak karena air yang masuk. Apabila kondisi tanah di bawah bangunan merupakan tanah basah, longsor mudah sekali terjadi.

Selain, itu masyarakat juga harus mematuhi jarak aman mendirikan bangunan di dekat pergunungan, perbukitan, sungai, dan kali. Permukaan tanah di keempat lokasi tersebut umumnya kurang stabil dan rawan longsor.




(aqi/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads