Saat ini mungkin sudah ada puluhan mal yang tersebar di Jabodetabek. Saking banyaknya, lokasinya ada yang berseberangan, bersebelahan, atau hanya beda beberapa ratus meter saja.
Padahal jika dilihat-lihat, isinya tidak jauh berbeda, pasti ada tempat belanja, tempat makan, hiburan, hingga pusat olahraga. Namun, hal ini tidak menghentikan pengembangproperti besar membangun mal baru tiap tahunnya.
Berdasarkan data Jakarta Property Highlight paruh kedua 2025 ada 2 mal baru di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Lalu, tahun ini diperkirakan ada 3 mal baru yang akan dibuka, yakni The Sima, Pondok Indah Mall 5, dan Holland Village Mall.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut catatan kami, ada 3 mal baru yang akan hadir di tahun 2026 dengan luas total mencapai 61.000 meter persegi," kata General Manager Knight Frank Indonesia Frank Tumewa pada acara Online Press Conference Jakarta Property Highlights H2 2025, pada Kamis (26/2/2026).
Lantas, apa alasan mal terus dibangun padahal jumlahnya sudah menjamur?
Baca juga: Mal yang Nggak 'Dandan' Siap-siap Ditinggal! |
Alasan pertama adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kuat sehingga pengembang melihat masih ada peluang untuk mengembangkan mal. Lalu, menurut Frank daya beli masyarakat juga masih memungkinkan untuk sering mengunjungi mal. Banyak yang datang ke mal bukan untuk berbelanja, melainkan ada yang ingin berwisata atau healing.
Selain itu, mal saat ini sudah banyak berinovasi dengan konsep-konsep baru yang lebih relevan dengan tren pembeli. Sebagai contoh menyediakan banyak tempat hiburan, pusat kuliner, taman bermain, hingga pusat olahraga yang lebih beragam.
"Fasilitas seperti bioskop, taman bermain, restoran, itu menjadikan mal lebih menarik bagi pengunjung sehingga mereka juga membuat konsep-konsep baru seperti tempat untuk hangout, area terbuka, kemudian restoran, ada jogging park, bahkan sampai ke lapangan padel," jelasnya.
Menurutnya apabila ada mal yang tidak mau 'berdandan' atau melakukan renovasi pada bangunannya, harus siap-siap tertinggal dengan kompetitor dan bangunan akan berubah jadi sepi bak kuburan.
"Jadi inovasi-inovasi daripada mal-mal baru ini memang harus dilakukan sehingga mereka dapat menyerap pengunjung-pengunjung ke mal-mal baru tersebut. Jadi yang lama nanti perlu juga melakukan inovasi-inovasi karena persaingan ini akan terus berlanjut," imbuhnya.
Simak juga Video 'Antusiasme Warga Lihat Festival Balon Udara di Tangerang':
(aqi/das)










































