Jaksel Rajanya Mal! 40% Retail Jakarta Ternyata Menumpuk di Sini

Jaksel Rajanya Mal! 40% Retail Jakarta Ternyata Menumpuk di Sini

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 26 Feb 2026 17:16 WIB
Image taken inside a shopping mall. There are lots of people walking around going to stores, buying things and consuming food and beverages. There are two floors with shops and boutiques. The ceiling is glass. The architecture is very modern and new and the general feel of the images is bright, clean, safe and positive.
Ilustrasi mall. Foto: iStock
Jakarta -

Total pasokan ritel di Jakarta mengalami peningkatan 1 persen sekitar 4,3 juta meter persegi pada akhir 2025. Dengan muncul 2 mal baru di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Berdasarkan data Jakarta Property Highlight paruh kedua 2025, sebaran retail terbesar di Jakarta berada di Jakarta Selatan sekitar 40 persen. Jakarta Utara dan Jakarta Barat juga banyak ditemukan retail, terutama mall sekitar 18 persen. Jakarta Pusat hanya 12 persen dan paling sedikit berada di Jakarta Timur 9 persen.

"Secara umum, retail ini mendekati kantor dan permukiman. Secara agregat, memang kita lihat bahwa zonasi permukiman paling besar di wilayah Jakarta Selatan, saat ini. Jadi memang 40 persen retail existing (keberadaan retail) saat ini ada di Jakarta Selatan," kata Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah dalam acara Online Press Conference Jakarta Property Highlights H2 2025, pada Kamis (26/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentuk retail yang tersebar di Jakarta ada beberapa macam, mulai dari neighborhood retail, local retail, city retail, hingga regional retail.

ADVERTISEMENT

Tipe neighborhood, yakni tempat perbelanjaan kecil yang cukup dekat dengan permukiman dan target pasarnya adalah warga di sekitar lokasi. Kemudian, jangkauan paling luas adalah tipe regional retail yang target pasarnya lebih luas dan beragam, bisa mancanegara.

Lalu, dari tingkat keterisian ritel secara keseluruhan meningkat 0,49 persen year on year (yoy) di 77,9 persen. Jika dilihat dari keterisian mal sewa dan strata-title ini ada kejomplangan angka. Mal sewa lebih tinggi tingkat keterisiannya dibanding mal strata-title. Mal sewa sekitar 86,98 persen, sementara mal strata-title 52,97 persen.

Hal ini berpengaruh dari kelas retail itu sendiri, ada mal grade Premium, A, B, dan C. Menurut Syarifah mal strata-title itu masuk ke grade B dan C, yang mana merupakan retail untuk kelas middle low. Setelah pandemi, mal kelas ini kondisinya masih terpuruk, berbanding terbalik dengan mal grade A dan premium.

"Secara struktur, finansial atau ekonomi, memang grade B dan grade C adalah retail-retail yang kita kelompokkan sebagai retail pada kelas middle low. Seperti kita tahu bahwa memang purchasing power atau daya beli konsumen saat ini memang belum lagi membaik setelah pandemi untuk kelas tersebut. Sehingga itu juga berimplikasi terhadap tingkat keterisian atau okupansi rate dari strata retail saat ini," jelasnya.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads