Di Kabupaten Tangerang, terdapat 'Kampung Padel' karena banyaknya lapangan padel dalam satu kawasan. Tidak seperti beberapa wilayah di Jakarta, warga di sekitar 'Kampung Padel' Tangerang ini mengaku tidak terganggu.
Biasanya, saat bermain padel akan ada suara keras baik pukulan bola maupun teriakan para pemain. Hal itu yang membuat banyak warga di Jakarta keberatan dengan adanya lapangan padel di dekat perumahan.
Sementara di 'Kampung Padel' Tangerang warga merasa tidak terganggu. Padahal lapangan padel di sini juga beroperasi hingga tengah malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Kampung Padel' sendiri lokasinya ada di dekat BSD City atau lebih tepatnya di Jl. Raya Pagedangan dan Jl. Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Bayangkan, dalam jarak 2 km saha setidaknya ada 7 lapangan padel. Dari penelusuran detikcom setidaknya ada Tranquilo Padel Club BSD (sedang dibangun), Padel Haus BSD, Alba Prime Padel, RΓ cquet Padel Club, Alba Padel Court, PadelX BSD, dan Dugout Club Arena.
Atifah (49), warga yang sudah tinggal di Jl. Raya Pagdengan seumur hidupnya mengaku masih nyaman walaupun rumahnya berjarak beberapa meter saja dari lapangan padel.
"Alhamdulillah masih nyaman saja," ujarnya saat ditemui detikcom, Selasa (24/2/2026).
Pedagang dekat 'Kampung Padel' di Tangerang. (Taufiq/detikcom) Foto: Pedagang dekat 'Kampung Padel' di Tangerang. (Taufiq/detikcom) |
Meskipun kadang-kadang ada yang main padel hingga pukul 23.00 WIB, ia mengaku tak begitu mempermasalahkannya. Justru ia sangat terbantu dengan adanya lapangan padel di dekat rumahnya karena bisa membantu melariskan dagangannya.
"Nggak sih, nggak terganggu sih. Malahan kita sambil usaha juga, ini depan rumah kan warung. Costumer-costumer (padel) suka datang," tuturnya.
Atifah mengatakan saat lapangan padel di dekat rumahnya dibangun, warga sekitar dilibatkan dan dimintakan izin untuk pembangunan lapangan padel. Warga sekitar juga banyak yang dipekerjakan di lapangan padel tersebut.
"(Untuk perizinan) aman, alhamdulillah," tuturnya.
Warga lainnya yaitu Lilis, mengaku juga tak begitu terganggu dengan adanya lapangan padel. Walaupun suka ada teriakan pemain atau pukulan bola, menurutnya tak masalah.
"(Suara berisik sering nggak?) Kalau ada yang main doang, kalau nggak ada ya sepi. (Nggak terganggu?) Nggak," tuturnya.
Di sisi lain, venue manager PadelX BSD, Alfi, mengatakan walaupun lapangan padel yang ia kelola dibangun di dekat permukiman, tidak ada warga sekitar yang protes. Alfi juga mengatakan bahwa pihaknya turut memperkerjakan warga sekitar untuk menjaga lapangan padel, misalnya sebagai tukang parkir.
"Di sini nggak sih (tidak ada protes), warganya kooperatif," katanya.
(abr/das)

