Keberadaan lapangan padel saat ini sedang menjadi sorotan, terutama yang berada di area permukiman seperti di DKI Jakarta, karena diprotes warga akibat bising hingga larut malam. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya mengeluarkan kebijakan pembatasan olahraga padel hingga pukul 20.00 WIB.
Namun, itu semua tidak berlaku di Kabupaten Tangerang. Bahkan ada satu area di Kabupaten Tangerang berjuluk 'Kampung Padel'. Lapangan padel di sana buka sejak pukul 06.00 WIB hingga tengah malam.
Lokasinya ada di dekat BSD City atau lebih tepatnya di Jl. Raya Pagedangan dan Jl. Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Bayangkan, dalam jarak 2 km saha setidaknya ada 7 lapangan padel. Dari penelusuran detikcom setidaknya ada Tranquilo Padel Club BSD (sedang dibangun), Padel Haus BSD, Alba Prime Padel, RΓ cquet Padel Club, Alba Padel Court, PadelX BSD, dan Dugout Club Arena.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarak antar-lapangan padel terbilang cukup dekat, hanya sekitar 30 meter hingga 300 meter, bahkan ada yang saling berseberangan. Misalnya, jarak dari Tranquilo Club Padel ke Padel Haus BSD sekitar 50 meter, sementara Padel Haus BSD berseberangan dengan Alba Prime Padel yang berjarak sekitar 40 meter. Lalu jarak dari Padel Haus BSD ke RΓ cquet Padel Club sekitar 150 meter, sementara RΓ cquet Padel Club berhadapan dengan Alba Padel Court sekitar 30 meter.
Lapangan padel menjamur di 'Kampung Padel' di Kabupaten Tangerang. (Taufiq/detikcom) Foto: Taufiq/detikcom |
Selanjutnya, jarak dari RΓ cquet Padel Club ke PadelX BSD sekitar 300 meter, sementara jarak dari PadelX BSD ke Dugout Club Arena sekitar 130 meter.
Sebenarnya, tidak hanya lapangan padel saja yang ada di sana tetapi juga ada hall bulutangkis, lapangan basket serta golf range. Selain itu, ada juga toko yang menjual peralatan padel dan tenis.
Lapangan padel di sana umumnya memiliki lapangan parkir yang luas. Di sekitar lapangan padel juga banyak ditemukan tempat makan hingga bengkel. Beberapa juga ada yang dekat permukiman warga.
Venue manager PadelX, Alfi, mengaku bahwa lapangan padel yang dikelolanya ini baru dibuka pada November 2025. Sejak dibuka, ada saja pengguna lapangan padel setiap harinya. Namun, pada saat bulan Ramadan seperti saat ini biasanya pengunjung sepi pada siang hari dan mulai ramai lagi pada sore hingga malam hari.
Meski sudah ada banyak lapangan padel di 'Kampung Padel', Alfi mengungkapkan alasan dibangunnya lapangan padel yang ia kelola. Salah satunya karena di sekitar wilayah tersebut dihuni oleh masyarakat kelas menengah ke atas, ditambah lagi olahraga padel sedang populer.
"Yang saya tahu dari owner, sebenarnya daerah sini kan banyak permukiman baru juga, minimal olahraga padel itu lebih mengarah ke menengah ke atas. Kebetulan pengembang (perumahan) sini juga arahnya ke sana, jadi cukup relevan dengan orang-orang yang tinggal di sini dan berkehidupan di kelas menengah ke atas," ujarnya saat ditemui detikcom, Selasa (24/2/2026).
Alfi mengungkapkan, meski lapangan padel saat ini sudah semakin banyak, justru harganya semakin terjangkau. Hal itulah yang membuat peminat olahraga padel di wilayah ini semakin banyak.
"Sebenarnya harganya lebih tinggi ya dulu, tapi dengan sekarang yang sudah menjamur, harganya jadi lebih terkoreksi. Jadi persaingannya lebih masuk akal lah bagi konsumen, lebih bersahabat," tuturnya.
Lapangan padel ini dibangun di dekat permukiman warga, tapi Alfi mengaku tidak pernah ada protes dari warga sekitar. Alfi juga mengatakan bahwa pihaknya turut memperkerjakan warga sekitar untuk menjaga lapangan padel, misalnya sebagai tukang parkir.
"Di sini nggak sih (tidak ada protes), warganya kooperatif," katanya.
(abr/das)











































