Kos-kosan merupakan salah satu bisnis yang sangat cuan dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih jika kos-kosan dibangun di lokasi strategis, seperti dekat perkantoran atau kampus.
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum menjalankan bisnis kos-kosan. Jadi, tidak hanya sekadar menyediakan kamar yang banyak dengan harga terjangkau.
Pengamat properti sekaligus Director of Investment Global Investment Steve Sudijanto berujar bisnis kos-kosan masih menguntungkan saat ini. Tak heran jika kos-kosan semakin menjamur di kota-kota besar, termasuk Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ada hal penting yang harus diperhitungkan sebelum mendirikan kos-kosan, yakni lokasi. Agar peminatnya banyak, Steve menyarankan mendirikan kos-kosan di dekat transportasi umum, seperti TransJakarta, KRL, MRT, atau LRT.
"Bisnis kos-kosan masih menguntungkan, tapi lokasinya harus strategis dan pastikan Transit Oriented Development (TOD) atau maksimal jaraknya sekitar 2 kilometer dari LRT, MRT, dan TransJakarta. Bangun juga kos-kosan di lingkungan bisnis seperti perkantoran dan kampus," kata Steve saat dihubungi detikcom, Jumat (13/2/2026).
Satu hal penting sebelum memulai bisnis kos-kosan adalah modal besar. Hal itu karena calon pemilik kos harus menyediakan lahan yang luas untuk membangun kos-kosan setidaknya 2 lantai. Selain itu, siapkan beberapa perabotan untuk setiap kamar, mulai dari AC, lemari, dan tempat tidur.
Apabila modal untuk mendirikan kos-kosan tidak banyak, Steve menyarankan untuk memakai aset properti yang ada saat ini. Daripada membangun kos-kosan dari awal, ia menganjurkan untuk merenovasi rumah yang ada demi menghemat biaya.
"Contohnya, rumah kita bisa dioptimalisasikan menjadi bisnis kos-kosan dengan menambahkan ruang kamar tidur dan kamar mandi, lalu perluas juga area parkiran agar bisa menampung kendaraan," ucapnya.
Memang tidak ada aturan khusus soal berapa jumlah kamar dalam sebuah kos-kosan. Namun, Steve menganjurkan untuk menyediakan minimal 15 kamar kos agar bisa mendapatkan revenue yang lumayan banyak.
Steve mengatakan, mendirikan kos-kosan juga tidak hanya soal menyediakan kamar yang banyak, tapi juga harus menunjang fasilitas yang baik, seperti menyediakan water heater (pemanas air), laundry, parkiran luas, dan keamanan yang terjamin selama 24 jam.
Yang tak kalah penting adalah menentukan segmen kos-kosan itu sendiri, apakah untuk kalangan mahasiswa, pekerja kantoran, atau kos-kosan elite yang banyak dijadikan sebagai tempat tinggal. Tentu, tarif sewanya juga berbeda tergantung dari golongan.
"Misalnya, kos-kosan eksekutif di Jakarta harganya bisa Rp 2,5 sampai dengan Rp 3 juta per bulan, kalau kos-kosan karyawan sekitar Rp 1 sampai dengan Rp 2 juta per bulan, lain halnya dengan kos-kosan mahasiswa yang harganya sekitar Rp 750 ribu sampai Rp 1,5 juta per bulan," pungkas Steve.
Itu dia tips bangun kos-kosan biar bisa jadi ladang cuan.
(ilf/abr)











































