Harga tanah di Sudirman Central Business District (SCBD) super mahal, bahkan termahal di Jakarta. Jika ingin tinggal di sini pun harga huniannya nggak main-main.
Head of Research & Consultancy PT Leads Property Service Indonesia Martin Hutapea menyebut harga tanah di SCBD merupakan yang paling mahal di Jakarta. Kawasan ini masuk dalam Segitiga Emas Jakarta, yakni pusat komersial terbesar di Indonesia.
"(Harga tanah di SCBD) kisarannya Rp 200-300 juta per meter persegi," kata Martin saat dihubungi detikProperti, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga Rumah di Dekat SCBD
Bukan cuma tanah, ternyata harga rumah di sekitar SCBD juga fantastis. Dilihat detikProperti dari sejumlah situs jual beli properti, harga rumah di SCBD dan kawasan sekitarnya menyentuh angka puluhan miliar Rupiah, bahkan ada yang Rp 160 miliar!
Sebuah rumah yang dideskripsikan mewah dan megah dengan view eksklusif SCBD dijual seharga Rp 160 miliar. Rumah tersebut memiliki luas bangunan 800 meter persegi dan tanah 1.285 meter persegi. Isi bangunan dua lantai itu ada 5 kamar tidur dan 5 kamar mandi.
Selain itu, sebuah rumah siap huni dijual seharga Rp 29,5 miliar di SCBD. Rumah ini punya luas bangunan 300 meter persegi dan luas tanah 520 meter persegi. Bangunan itu terdiri dari 3 kamar tidur dan 3 kamar mandi.
Bergeser ke Jl. Tulodong Bawah, Senayan, Kebayoran Baru, ada rumah yang dijual seharga Rp 89 miliar. Rumah ini memiliki dua tingkat berisi 5 kamar tidur dan 5 kamar mandi. Luas tanah 900 meter persegi dan bangunannya 1.100 meter persegi.
Harga Apartemen di SCBD
Andaikan ingin tinggal di kawasan SCBD, masyarakat punya opsi untuk menghuni apartemen. Ada sejumlah apartemen mewah yang diperjualbelikan dan disewakan di sana.
Dilihat detikProperti dari situs jual beli properti, harga jual apartemen bervariasi mulai dari Rp 5 miliar hingga Rp 75 miliar. Sementara itu, harga sewa ada yang bulanan mencapai Rp 60 jutaan atau tahunan sampai Rp 600 juta.
Penyebab Harga Tanah Mahal di SCBD
Harga tanah di SCBD bisa sangat mahal lantaran perkembangan properti yang cepat dan komunitas bisnis di dalamnya. Banyak perusahaan yang mengincar kantor di lokasi ini
"Perkembangan properti komersial cukup pesat dan menjadi kawasan komersial elite yang memiliki komunitas bisnis di mana banyak dihuni oleh perusahaan baik nasional maupun asing," ucapnya.
Selain perkantoran, kawasan SCBD juga punya gedung komersial elite lainnya seperti hotel bintang lima, apartemen, serta mal kelas atas. Kondisi ini menyebabkan nilai lahan menjadi sangat tinggi karena telah mengalami apresiasi nilai sejak zaman dahulu.
Asal Usul SCBD
Dikutip dari situs resmi SCBD, kawasan perkantoran elite ini awalnya sebuah kawasan kumuh di jantung Segitiga Emas Jakarta. Perusahaan pengembang PT Danayasa Arthatama sudah merencanakan proyek pembangunan SCBD sejak 1987, dikutip dari situs SCBD.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan izin untuk mengubah kawasan kumuh seluas 45 hektare menjadi kawasan komersial terpadu dan modern. SCBD kini sudah menjadi kawasan pusat bisnis premium berisi kantor, hunian eksklusif, pusat perbelanjaan modern, dan hotel bintang lima.
Pembangunan infrastruktur mulai dikerjakan pada 1992-1993. Lalu, gedung perkantoran pertama SCBD berdiri pada 1995, yakni Artha Graha.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/das)










































