Kala Bambu Jadi Biang Kerok Hilangnya Ribuan Hunian di Hong Kong

Kala Bambu Jadi Biang Kerok Hilangnya Ribuan Hunian di Hong Kong

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 29 Nov 2025 09:06 WIB
An injured firefighter boards an ambulance after being rescued from the scene of a major fire at Wang Fuk Court housing estate, in Tai Po, Hong Kong, China, November 27, 2025. REUTERS/Tyrone Siu
Penampakan Wang Fuk Court setelah terbakar pada Kamis (27/11/2025). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Jakarta -

Perancah bambu sudah lama digunakan di Hong Kong sebagai bagian penting dalam proses konstruksi. Susunan bambu yang diikat erat tersebut membentuk kerangka yang berfungsi sebagai pelindung selama pekerjaan konstruksi dan renovasi.

Bambu dipilih karena dapat dibuat dengan cepat, ringan, dan sangat kuat. Bambu dapat dipotong mengikuti luas ruang yang tersedia sehingga lebih fleksibel daripada menggunakan besi. Bahkan banyak pihak menganggapnya bambu merupakan bagian ikonik dari lanskap perkotaan di sana.

Hong Kong bisa dikatakan negara terakhir yang masih mempertahankan penggunaan bambu sebagai perancah, di saat negara lain sudah menggunakan material besi dan logam. Mereka juga memiliki sekitar 2.500 ahli perancah bambu terdaftar yang berkecimpung di bidangnya, menurut data resmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Reuters, Jumat (28/11/2025) asal mula pemakaian perancah bambu ini berasal dari China, tempat bambu banyak ditemukan. Sejak zaman kuno bambu telah menjadi landasan arsitektur sekaligus bentuk seni. Bahkan bambu konon digunakan sebagai perancah dan peralatan dalam pembangunan Tembok Besar China.

Sayangnya, pemakaian perancah bambu yang sudah seperti tradisi ini akan berhenti dalam waktu dekat. Setelah insiden kebakaran apartemen Wang Fuk Court, komplek perumahan vertikal yang terdiri dari 1.984 unit, pemerintah akan mengkaji ulang mengenai pemakaian perancah bambu dalam konstruksi gedung dan bangunan lain.

ADVERTISEMENT

Pemerintah juga akan mengecek proyek-proyek pembangunan yang masih memakai perancah bambu atau scaffolding bambu.

Insiden kebakaran di Wang Fuk Court bukanlah yang pertama, berdasarkan laporan CNN dari data Departemen Buruh Hong Kong menunjukkan antara Januari 2018 hingga Agustus 2025, setidaknya 24 kematian terkait penggunaan perancah bambu.

Regulasi Pembatasan Pemakaian Perancah Bambu di Hong Kong

Dilansir Bloomberg, pada Maret 2025, pemerintah telah mengumumkan bahwa sekitar 50 persen proyek pembangunan publik baru harus menggunakan perancah logam ke depannya. Hal ini dikarenakan perancah bambu berpotensi tinggi terbakar dan jika dipakai dalam waktu lama mudah mengalami kerusakan. Oleh karena itu pemerintah Hong Kong mendorong untuk segera beralih ke perancah besi atau logam yang relatif kaku dan tahan lama.

Sayangnya, pada saat itu perubahan regulasi ini menuai reaksi keras dari para pelaku industri. Mereka berpendapat bahwa penyebab utama kecelakaan adalah protokol keselamatan yang tidak dipatuhi secara ketat. Beberapa pihak juga berpendapat jika transisi ke perancah logam akan mengakibatkan peralihan lapangan kerja dari perajin bambu lokal ke pekerja non-lokal, dan hilangnya warisan budaya.

Pemerintah Sudah Beri Peringatan ke Kontraktor Wang Fuk Court

Apartemen Wang Fuk Court yang terbakar pada Rabu (26/11/2025) pada saat itu dalam kondisi sedang direnovasi. Apartemen 31 lantai ini memiliki 8 tower yang sedang ditutupi dengan perancah bambu dari bawah hingga ke atas dan jaring hijau sebagai pengaman.

Ternyata seminggu sebelum kejadian, Departemen Tenaga Kerja Hong Kong menyatakan telah memeriksa proyek renovasi Wang Fuk Court sebanyak 16 kali sejak renovasi dimulai pada Juli 2024. Masyarakat telah mengeluhkan "masalah terkait perancah" pada September 2024. Pernyataan ini dikirimkan kepada Bloomberg News sehari setelah kejadian. Mereka telah memperingati mengenai potensi kebakaran, tetapi dari pihak kontraktor mengatakan bahwa semua sudah dipasang sesuai dengan standar.

Penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun, api dapat menyebar dari satu tower ke tower lain karena angin yang kencang serta pemakaian perancah bambu dan jaring hijau yang memang mudah terbakar.

Api baru bisa dipadamkan setelah 27 jam. Berdasarkan data dari BBC Jumat (28/11/2025), sebanyak 900 orang dievakuasi, 128 orang dinyatakan tewas, 76 orang terluka termasuk 11 petugas pemadam kebakaran, dan 300 orang masih dinyatakan hilang.




(aqi/aqi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads