Dalam sepekan terakhir nama Jeffrey Epstein tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebab, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) atau DOJ merilis jutaan halaman dokumen baru terkait terpidana kejahatan seksual Epstein.
Salah satu dokumen Epstein yang dirilis mengungkapkan beberapa email tentang pemasangan kamera tersembunyi atau spy cam di dalam rumahnya.
Dilansir dari The Standard UK, Selasa (10/2/2026), Epstein diduga memerintahkan seorang stafnya untuk memasang kamera tersembunyi di rumahnya. Ia meminta tolong kepada pilot pribadinya bernama Larry Visoski untuk membeli tiga unit kamera tersembunyi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan sekadar kamera biasa, barang elektronik ini dapat mendeteksi gerakan manusia dan merekamnya secara otomatis. Kamera itu dipasang di dalam kotak tisu agar tidak ketahuan orang lain.
Visoski yang juga bekerja sebagai teknisi dan tukang serba bisa membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan kamera-kamera itu dibeli dari sebuah toko peralatan mata-mata di Fort Lauderdale, Florida.
"Saya sedang mencari tahu cara kerjanya saat ini," tulis Visoski dalam sebuah email kepada Epstein pada 5 Februari 2014, dirilis oleh DOJ.
Pada hari yang sama, Epstein menerima sebuah email dari orang lain yang namanya dirahasiakan. Email itu mengatakan jika pemasangan kamera tersembunyi di rumah Epstein harus hati-hati dan orang Rusia disebut bisa membantu.
"Ingat apa yang telah kita bicarakan jika Anda ingin memasang kamera di rumah. Itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Orang Rusia mungkin akan membantu," tulis orang tersebut lewat email yang dikirim ke Epstein.
Sayangnya, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai peran orang Rusia dalam email yang berkaitan dengan kamera tersembunyi. Namun, terdapat klaim bahwa Epstein mungkin telah bekerja sama dengan dinas intelijen Rusia untuk mengumpulkan 'kompromat', yakni informasi yang dapat digunakan untuk memeras serta memanipulasi orang kaya dan terkenal di dunia.
Tidak disebutkan juga di mana kamera tersembunyi itu dipasang di rumahnya. Soalnya, Epstein memiliki sejumlah properti mewah dan pulau eksklusif yang tersebar di AS.
Namun kamera tersembunyi itu diyakini dipasang di rumah Epstein di Palm Beach, Florida. Dugaan tersebut mengarah ke sana karena Visoski membeli kamera itu dari sebuah toko yang juga berada di Florida.
Rumah bekas Jeffrey Epstein yang berada di Palm Beach, Florida. Foto: Dok. Forbes |
Sebagai informasi, Epstein memiliki sebuah rumah mewah dengan enam kamar tidur di Palm Beach, Florida. Epstein membeli rumah itu pada 1990 dengan harga US$ 2,5 juta.
Rumah seluas 1.300 m2 itu dituding oleh jaksa federal AS sebagai tempat persembunyian dan prostitusi terhadap perempuan di bawah umur.
Polisi Palm Beach sempat menggeledah rumah mewah Epstein pada 2005 sebagai bagian dari penyelidikan pertama Epstein terkait kasus kejahatan seksual.
Pasca kematian Epstein pada 2019, rumah mewah tersebut akhirnya terjual pada 2021 dengan harga US$ 18,5 juta atau sekitar Rp 310 miliar (kurs Rp 16.793). Seluruh hasil penjualan rumah kemudian diberikan kepada korban kejahatan Epstein sebagai bentuk kompensasi.
(ilf/das)












































