Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis riwayat surat elektronik (surel) internal yang membuka misteri baru tentang rumah persembunyian Jeffrey Epstein di Pulau Little Saint James, Karibia. Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan adanya terowongan bawah tanah dan pintu jebakan misterius yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian utama Epstein.
Surel-surel itu mengungkap bahwa Epstein sangat terobsesi dengan keberadaan dan pengelolaan terowongan bawah tanah di pulau pribadinya. Ketertarikan itu terlihat dari keterlibatannya secara langsung dalam berbagai urusan renovasi, perawatan, hingga penataan ulang ruang bawah tanah tersebut.
Dilansir dari Daily Mail, Kamis (5/2/2026), jejak awal terowongan ini muncul dalam sebuah email pada Agustus 2009. Pada saat itu, Epstein menerima pesan tentang rencana firma arsitektur Kepulauan Virgin yang pernah mengerjakan rumah utamanya. Email tersebut menyatakan adanya tim firma yang menambahkan terowongan dan kantor di bawah rumah utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firma arsitektur tersebut kemudian mengonfirmasi bahwa mereka sempat dikontrak untuk membangun ruang pemutaran film bawah tanah. Namun, hubungan kerja diputus dan proyek itu tidak pernah direalisasikan.
Pada tahun 2012, dalam riwayat surel tersebut Epstein terlihat aktif memantau kondisi terowongan. Dalam salah satu pesan yang ia tulis kepada ajudan, ia menyatakan rasa terima kasihnya atas terowongan itu.
Terowongan dan Pintu Jebakan di Pulau Epstein Foto: Dok. DOJ via Daily Mail |
"Terima kasih, saya ingin lantai di terowongan kayu segera diselesaikan. Semua peralatan sudah dipindahkan. Pekerjaan lantai selesai hari Kamis dan sisanya akan diselesaikan sampai hari Senin. Terima kasih," tulisnya, seperti dikutip Daily Mail.
Komunikasi serupa terus berlanjut hingga tahun 2015. Seorang ajudan memberi kabar singkat, bahwa lantai terowongan sudah selesai. Hal itu menandakan proyek renovasi akan pembuatan terowongan benar-benar diawasi langsung oleh Epstein.
Pada tahun 2017 Epstein bahkan menginisiasi diskusi khusus mengenai kelanjutan terowongan tersebut. Dalam sebuah email, ia menulis rencana untuk penataan ulang pulau dan terowongan, serta menambahkan ide-ide yang tidak biasa.
"Saya ingin melakukan panggilan dengan kalian berdua hari ini. Saya butuh bantuan untuk memikirkan bagaimana menata ulang pulau ini, memindahkan tempat laundry, menambah staf, dan memindahkan terowongan. Terowongan dengan tempat tidur lipat? Ruang balet? Biayanya akan lebih murah," tulisnya.
Dokumen yang dirilis DOJ juga memuat keterangan bahwa terowongan itu sempat difungsikan sebagai bengkel dan ruang penyimpanan. Dalam email 2018 disebutkan, terowongan tersebut menampung bengkel pertukangan kayu, bengkel cat, peralatan perkebunan, serta penyimpanan alat lainnya.
(das/das)











































