Penyanyi pop Billie Eilish tengah menghadapi seruan dari netizen agar ia mengembalikan rumah mewahnya di Los Angeles kepada suku asli Amerika. Seruan tersebut muncul setelah pernyataan kontroversialnya saat menerima penghargaan Grammy.
Dilansir dari Daily Mail, penyanyi berusia 24 tahun memenangkan Grammy untuk lagunya berjudul Wildflower pada Minggu (1/2) malam. Namun, bukan kemenangannya yang paling banyak dibicarakan, melainkan pidato penerimaan penghargaannya membuat netizen geram.
"Meskipun saya merasa sangat bersyukur, jujur saja saya merasa tidak perlu mengatakan apa pun selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah yang dicuri," ujarnya dalam pidato tersebut, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (7/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena pidatonya itu, rumah Billie Eilish terseret isu bahwa rumahnya berdiri di tanah adat. Sebenarnya ia bukan membangun rumah secara ilegal, melainkan karena wilayah Los Angeles secara historis merupakan tanah leluhur suku asli Amerika, khususnya suku Tongva. Tanah itu kemudian diambil alih negara dan diperjualbelikan secara sah, dan hingga kini rumah tersebut dimiliki secara legal oleh Eilish.
Eilish menyampaikan pernyataan politis yang bermakna kritik terhadap sejarah penjajahan Amerika dan kebijakan imigrasi yang menyebut migran sebagai ilegal. Karena itu, sebagian netizen menilai ucapannya bertentangan dengan fakta bahwa ia tinggal di rumah mewah di tanah yang secara sejarah diambil dari masyarakat adat.
Eilish juga menyinggung razia imigrasi yang tengah berlangsung di Amerika Serikat dengan menekankan pentingnya keberanian untuk terus bersuara dan melakukan perlawanan secara kolektif. Ia menyampaikan optimismenya bahwa suara publik memiliki kekuatan dan bahwa para migran adalah kelompok yang layak diperjuangkan.
Pidato tersebut ia tutup dengan pernyataan keras yang mengkritik Badan Imigrasi AS, ICE yang disambut sorak oleh tamu Grammy. Tetapi justru memicu gelombang kritik tajam di media sosial.
Kontroversi makin ramai dengan tudingan kemunafikan dari sebagian pengguna media sosial. Salah satu komentar mengkritik sikap para selebritis, termasuk Billie Eilish yang menyuarakan nilai moral dan politik, tetapi tidak diterapkan dalam kehidupan pribadi mereka.
Politisi Eric Daugherty memberi komentar dengan mengungkap bahwa rumah mewah Billie Eilish memang berdiri di atas tanah milik suku Tongva, penduduk asli wilayah Greater Los Angeles Basin. Fakta ini kemudian memicu seruan dari sejumlah warganet agar Eilish menyerahkan rumah tersebut atau digunakan untuk menampung imigran, sejalan dengan pernyataan yang ia sampaikan di Grammy.
Seorang juru bicara suku Tongva mengonfirmasi bahwa rumah Eilish memang berada di tanah leluhur mereka. Juru bicara tersebut juga mengonfirmasi bahwa hingga kini, Eilish belum menghubungi suku tersebut secara langsung terkait propertinya. Meski demikian, suku Tongva menyatakan sikap yang lebih Toleran.
"Eilish belum menghubungi suku kami secara langsung terkait propertinya, kami menghargai ketika Tokoh Publik memberikan visibilitas pada sejarah sebenarnya dari negara ini," ujarnya.
Bahkan, pihak suku mengaku telah menghubungi tim Eilish untuk menyampaikan apresiasi atas komentarnya. Mereka juga berharap wilayah Gabrieleno Tongva dapat disebut secara eksplisit dalam diskusi publik ke depan.
Pidato yang disampaikan Eilish, menegaskan bahwa jika para elit Hollywood mengajak masyarakat biasa untuk bersikap terbuka, berkorban, atau bertindak dengan prinsip tertentu. Netizen menyindir, maka mereka juga seharusnya menjalani dan membuktikan prinsip tersebut dengan tindakan nyata, bukan hanya menyampaikannya lewat pidato atau panggung penghargaan.
"Sudah saatnya semua elit Hollywood yang munafik ini melakukan apa yang mereka suruh warga Amerika biasa lakukan. Jika mereka bisa mengkhotbahkannya, mereka harus hidup sesuai dengan kata-kata mereka!"
Hingga kini, tim Billie Eilish belum memberikan komentar dan klarifikasi tentang kontroversi yang Eilish lakukan. Belum ada kelanjutan resmi terkait rumah mewah seharga $3 juta atau sekitar Rp 50 Miliar akan diserahkan kepada suku asli Amerika atau tidak, meskipun secara hukum Eilish membeli tanah itu secara sah.
(das/das)










































