Rumah seken (second) masih menjadi pilihan banyak orang yang bermimpi memiliki hunian di Jakarta. Sebab, membeli rumah baru di Jakarta harganya sangat mahal untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.
Namun, membeli rumah seken juga harus hati-hati dan banyak pertimbangan karena bisa jadi lokasinya tidak strategis. Berdasarkan data internal Rumah123 per Februari 2026, terdapat 3 kawasan primadona bagi pencari rumah seken di Jakarta saat ini, berikut di antaranya.
1. Jagakarsa, Jakarta Selatan (4,5 persen)
Menurut Head of Research Rumah123 Marisa Jaya daya tarik daerah ini karena di bandingkan area lain, masih mudah ditemukan tempat yang asri. Lalu akses menuju pusat kota, terutama ke TB Simatupang masih mudah. Lokasinya yang masih berada di Jakarta meski dekat perbatasan Kota Depok membuat harganya lebih murah jika dibandingkan dengan Jakarta Selatan pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Kelapa Gading, Jakarta Utara (3,7 persen)
Lalu jika ingin mencari di wilayah Utara, bisa pilih Kelapa Gading. Kota ini merupakan kota mandiri atau township yang pembangunannya dipertimbangkan dengan matang. Lalu, fasilitas penunjangnya pun lengkap, mulai dari transportasi hingga fasilitas gaya hidup.
3. Pantai Indah Kapuk / PIK, Jakarta Utara (3,1 persen)
Beberapa tahun terakhir, perkembangan PIK sangat pesat. Di sini bukan hanya tersedia perumahan, melainkan tumbuh pula pusat bisnis baru yang modern, lengkap, dan menyasar semua kalangan. Lalu, akses menuju PIK juga sudah mudah, baik kendaraan pribadi dengan akses tol dan transportasi umum.
Bisakah Membeli Rumah Seken di Jakarta dengan Gaji UMR Jakarta?
Sebelum masuk ke penghitungan, kita perlu tau dulu median harga rumah seken di Jakarta, berdasarkan wilayah administrasinya. Berikut daftarnya.
- Jakarta Utara: Rp 4,5 miliar
- Jakarta Timur: Rp 2,65 miliar
- Jakarta Pusat: Rp 7,5 miliar
- Jakarta Barat: Rp 2,9 miliar
- Jakarta Selatan: Rp 9 miliar
Melihat median harga masing-masing wilayah, bisa terlihat bahwa harga rumah di Jakarta sudah tergolong tinggi, bahkan ada yang tembus Rp 9 miliar. Marisa mengatakan jika hanya mengandalkan satu penghasilan, yakni pekerjaan yang hanya menghasilkan gaji UMR Rp 5,7 juta per bulan, akan sulit untuk membeli rumah seken di Jakarta, apalagi rumah baru.
"Secara realistis, sangat sulit bahkan hampir tidak memungkinkan bagi penerima upah minimum (UMR) untuk membeli rumah di Jakarta, terutama jika mengandalkan penghasilan tunggal," kata Marisa dalam keterangan tertulis, dikutip detikcom pada Jumat (6/2/2026).
Sebagai bukti, ia menjelaskan hasil perhitungannya. Dengan prinsip Debt Service Ratio (DSR) sehat sebesar 30 persen dari gaji, penerima UMR Rp 5,73 juta hanya memiliki kapasitas cicilan maksimal Rp 1,7 juta per bulan.
Harga rumah termurah di Jakarta yang ditemukan di pasaran saat ini paling rendah berada di kisaran Rp 400 juta. Kondisinya di dalam gang, akses terbatas, dan pinggiran kota.
Untuk rumah Rp 400 juta dengan DP 10 persen atau Rp 40 juta, maka cicilan tahun pertama dengan bunga flat adalah sekitar Rp 1,7-2 juta. Namun, saat masuk bunga floating di tahun berikutnya, cicilan akan melonjak menjadi Rp 3-4 juta per bulan. Jelas, besar cicilan yang dibebankan jauh di atas kemampuan gaji UMR.
