Punya rumah di Jakarta merupakan mimpi banyak orang, terutama pekerja Jakarta. Namun, seperti yang kita tahun lahan di Jakarta terbatas, sudah sulit untuk membangun rumah di kota metropolitan ini.
Alhasil, cara paling masuk akal adalah membeli rumah lama yang sudah ditinggalkan pemiliknya. Rumah seperti ini sering disebut dengan rumah seken (second).
Harga Rumah Second di Jakarta 2026
Berdasarkan data internal Rumah123 per Februari 2026, median harga rumah seken di Jakarta cukup tinggi, bahkan ada yang menyentuh Rp 9 miliar. Untuk lebih rincinya, berikut daftarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Jakarta Utara: Rp 4,5 miliar
- Jakarta Timur: Rp 2,65 miliar
- Jakarta Pusat: Rp 7,5 miliar
- Jakarta Barat: Rp 2,9 miliar
- Jakarta Selatan: Rp 9 miliar
Head of Research Rumah123 Marisa Jaya mengatakan harga tertinggi ditemukan di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Hal ini dikarenakan kedua wilayah tersebut statusnya sudah menjadi jantung aktivitas ekonomi (Central Business District).
Untuk Jakarta Pusat sendiri faktor lainnya dipicu oleh kelangkaan lahan (scarcity) karena mayoritas peruntukan tanah sudah digunakan untuk fungsi komersial dan pemerintahan.
Jakarta Utara juga mencatat median harga yang cukup tinggi, yakni Rp 4,5 miliar. Marisa mengatakan kawasan Jakarta Utara sudah sejak lama memiliki branding sebagai area elit dan hunian segmen atas, sebagai contoh di daerah Kelapa Gading, Pluit, dan PIK.
Sebaliknya, wilayah yang cukup 'terjangkau' untuk kelas menengah adalah rumah-rumah seken yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Median harga rumah di sana lebih rendah di antara 5 wilayah lainnya. Hal ini disebabkan oleh karakteristik wilayahnya yang didominasi oleh kawasan padat pemukiman murni.
Ukuran Rumah Seken yang Banyak Tersedia di Pasar
Melihat harganya yang fantastis, pasti penasaran kan dengan luas rumahnya. Ternyata rumah-rumah lama yang dijual kembali di Jakarta memang rata-rata adalah rumah besar. Untuk menemukan rumah kecil di bawah 60 meter persegi agak sulit.
Berdasarkan total listing yang tersedia di Rumah123, berikut rincian datanya:
- 251 - 500 meter persegi: 32,2 persen (paling dominan)
- 151 - 250 meter persegi: 29,3 persen
- 91 - 150 meter persegi: 21,6 persen
- >500 meter persegi: 12 persen
- 61 - 90 meter persegi: 4,5 persen
- ≤ 60 meter persegi: 0,4 persen (sangat langka)
"Data ini menunjukkan bahwa pasar rumah seken di Jakarta masih didominasi oleh rumah-rumah lama dengan tanah luas. Sebaliknya, stok rumah compact, luas di bawah 60 meter persegi sangat terbatas, berbeda dengan tren di wilayah satelit (Bodetabek) yang suplai rumah mungilnya lebih melimpah," kata Marisa dalam keterangan tertulis, dikutip detikcom pada Jumat (6/2/2026).
