Pengembang Rumah Tapak Mulai Lirik Hunian Vertikal di Masa Depan

Pengembang Rumah Tapak Mulai Lirik Hunian Vertikal di Masa Depan

ilham fikriansyah - detikProperti
Jumat, 06 Feb 2026 17:00 WIB
Warga TPU Menteng Pulo II resmi menempati hunian baru mereka di Rusun Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/12/2025). Relokasi ini menjadi langkah penting Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi warga yang selama ini tinggal di sekitar kawasan makam tersebut.
Ilustrasi rumah susun atau rusun. Foto: Muhammad Firman Maulana
Jakarta -

Pengembang perumahan yang fokus membangun rumah tapak perlahan mulai melirik hunian vertikal. Pengembang menilai banyak masyarakat yang kini sudah tertarik tinggal di rumah susun.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Pesona Kahuripan Angga Budi Kusuma saat menghadiri acara Anugerah Forwapera 2026 di The Hub Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Angga yang saat ini fokus membangun rumah tapak subsidi mengaku ingin belajar tentang hunian vertikal. Ia menilai saat ini banyak orang yang sudah memilih tinggal di vertical housing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pribadi memiliki tantangan di tahun ini, karena kayaknya mau nggak mau saya harus belajar bermain di rumah vertikal," kata Angga.

Selain itu, Angga juga mengingatkan kepada pengembang rumah tapak lainnya agar mulai belajar tentang rumah vertikal. Sebab, pembangunan rumah susun dinilai efektif jika dibangun di daerah pinggiran kota.

ADVERTISEMENT

Dengan berdirinya hunian vertikal dapat menciptakan pasar perumahan baru di kawasan tersebut di tengah minimnya lahan untuk mendirikan rumah tapak.

"Kalau rumah susun itu salah satu solusi untuk menciptakan rumah susun subsidi di pinggiran kota, untuk menciptakan pasar baru menurut saya dan menciptakan pasar baru di tengah minimnya lahan di perkotaan," jelasnya.

Meski hunian vertikal akan terus berkembang, Angga menilai potensi rumah tapak atau landed house masih menjadi primadona saat ini. Ia optimis rumah tapak akan terus tumbuh selama beberapa tahun ke depan karena terdapat program rumah subsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari pemerintah.

"Potensi rumah tapak itu atau landed house menurut saya masih sangat besar. Saya selalu optimis kenapa perumahan subsidi akan lebih menyala dan lebih besar lagi karena kita sekarang sudah punya kementerian perumahan (Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman)," papar Angga.

Lalu, Angga berujar masih banyak masyarakat yang menjadikan rumah tapak sebagai opsi utama dalam membeli rumah, sehingga pasar hunian tapak akan terus berkembang ke depannya.

Angga juga optimis dengan ditambahnya kuota rumah subsidi serta banyaknya kebijakan pemerintah yang dinilai pro rakyat membuat pasar rumah tapak subsidi akan meningkat di 2026.

"Kuota untuk rumah subsidi ini juga ditambah dan masih banyak lagi kebijakan-kebijakan yang memang dari pemerintah itu pro rakyat," pungkas Angga.



(ilf/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads