Fahri Sebut di Jabodetabek Masih Ada yang BAB Sembarangan, Imbasnya Stunting

Fahri Sebut di Jabodetabek Masih Ada yang BAB Sembarangan, Imbasnya Stunting

ilham fikriansyah - detikProperti
Kamis, 05 Feb 2026 20:06 WIB
Fahri Sebut di Jabodetabek Masih Ada yang BAB Sembarangan, Imbasnya Stunting
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah (Foto: Ilham Fikriansyah/detikcom)
Jakarta -

Sebagai pemilik rumah sudah sepatutnya menjaga kebersihan lingkungan agar bisa hidup sehat. Namun, masih banyak warga yang masih memiliki sanitasi buruk di rumahnya.

Sanitasi buruk bukan masalah sepele sehingga menjadi perhatian oleh pemerintah. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menyebut sanitasi yang buruk bisa memicu anak mengalami stunting.

Hal itu disampaikan Fahri dalam pidatonya pada acara Anugerah Forwapera 2026 yang digelar di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bicara serius tentang sanitasi. Sebab sanitasi itulah yang bikin stunting dan stunting itu bukan cuman tanggung jawab dari orang rumah itu, harusnya tanggung jawab negara juga," papar Fahri.

Fahri mengungkapkan sanitasi yang buruk tidak hanya mempengaruhi satu rumah saja, tapi juga bisa berdampak ke rumah lain yang masih di dalam satu lingkungan. Jika masalah sanitasi buruk tidak segera dibenahi, maka prevalensi anak stunting bisa bertambah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Fahri juga menyoroti masih banyak rumah di ibu kota yang tidak memiliki sanitasi. Alhasil, warga kerap buang air di sungai yang dapat mencemari lingkungan.

"Inilah yang harus dipantau, ada berapa angka sanitasi buruk dan berapa keluarga yang tidak punya sanitasi. Masih banyak di Indonesia, di Jabodetabek ini masih banyak yang buang air besar di sanitasi terbuka," ungkapnya.

Kata Fahri, permasalahan sanitasi yang buruk harus segera diatasi seiring munculnya gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik Indah) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Tidak hanya soal sanitasi buruk, Fahri juga menyoroti soal masih banyaknya rumah warga yang masih menggunakan atap seng. Pengelolaan sampah juga disorot oleh Fahri karena banyak warga yang membuang sampah sembarangan sehingga menciptakan lingkungan kumuh.

"Pertama itu orang-orang yang memang perlu uluran tangan negara untuk memperbaiki rumahnya, sehingga fasilitas dasarnya paling tidak atap (seng) yang diminta oleh bapak presiden diganti, yang kedua sanitasinya, dan yang ketiga adalah pengelolaan sampahnya," jelas Fahri.

Sebagai informasi, stunting adalah salah satu jenis malnutrisi yang ditandai dengan tinggi badan di bawah rata-rata. Kondisi ini menggambarkan pertumbuhan anak yang terhambat akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial.

Dikutip dari WHO, penyebab stunting tidak hanya karena kekurangan gizi, tapi juga lingkungan tempat tinggal yang kotor. Sanitasi buruk, air bersih yang tidak layak, dan pengelolaan limbah yang kurang baik bisa memengarhui penyerapan gizi anak sehingga berisiko meningkatkan stunting.

(ilf/das)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads