Pengembang Keroyokan Kembangkan Jalur MRT Koridor Timur-Barat

Pengembang Keroyokan Kembangkan Jalur MRT Koridor Timur-Barat

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Kamis, 05 Feb 2026 13:31 WIB
Pengembang Keroyokan Kembangkan Jalur MRT Koridor Timur-Barat
MRT Jakarta. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

MRT Jakarta mengembangkan koridor jalur Timur-Barat yang akan melewati Kembangan-Balaraja. Pengembang kawasan sekitar pun meneken Nota Kesepahaman atau MoU untuk penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur tersebut.

Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk melalui Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang yang akan terintegrasi dengan MRT Koridor Timur-Barat. Nota kesepahaman ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT. Hal ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal koordinasi sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak hanya itu, nantinya akan dilakukan kajian terkait pengembangan koridor Kembangan-Balaraja yang mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko. Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konektivitas transportasi publik merupakan salah satu fondasi dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan. Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal untuk mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi," kata President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Adrianto menambahkan, integrasi jaringan transportasi dengan kawasan ini juga menjadi bagian penting dalam menciptakan mobilitas yang efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) turut menyepakati kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk pengembangan jalur MRT Lintas Timur-Barat yang direncanakan menghubungkan Kembangan (Jakarta Barat) dan Balaraja (Kabupaten Tangerang). Penandatanganan MoU ini menjadi dasar pelaksanaan kajian sebelum proyek pembangunan dijalankan, melalui koordinasi, diskusi, dan pertukaran data dengan MRT Jakarta, yang tidak mengikat secara komersial dan yang akan menjadi penentu arah kebijakan lanjutan pembangunan MRT Lintas Timur Barat Fase 2.

Ada tiga fokus kajian utama yang dilakukan yaitu kajian kelembagaan, kajian keuangan, serta kajian teknis yang mencakup trase dan aspek pendukung lainnya.

"Paramount Land siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah dan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam perencanaan dan pengembangan infrastruktur yang selaras dengan visi pembangunan jangka panjang perusahaan. Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam membangun kota yang terkoneksi dengan sistem transportasi massal yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pemerataan dan pertumbuhan wilayah, khususnya di Tangerang Raya dan Banten," ujar Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, dalam keterangannya.

Proyek MRT rute Kembangan Balaraja ini direncanakan memiliki jalur sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun dan satu depo (Depo Balaraja), dengan tipe jalur konstruksi melayang (elevated). Proyek MRT ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan akan terkoneksi dengan proyek pengembangan Paramount Land, yakni Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menuturkan, kerja sama dengan pengembang swasta dinilai memiliki visi yang sama untuk memberikan layanan terbaik untuk masyarakat.

"Kami menyadari untuk mewujudkan percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya. Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan. Kami pun apresiasi kepada pihak pengembang swasta yang terus mendukung upaya hadirnya sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Tuhiyat.




(abr/zlf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads