Konsumen Meikarta pekan masih mengeluhkan belum mendapatkan refund. Bos Lippo Group James Riady mengklaim hampir seluruh konsumen telah menerima unit apartemen Meikarta. Ia menyebut tidak ada konsumen yang belum mendapatkan unit apartemen sesuai perjanjian.
James menyampaikan klaim tersebut saat ditemui dalam acara Forum Peningkatan Integritas Pejabat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di BPSDM Kemenkum RI, Cinere, Minggu (1/2/2026). Secara singkat, James menjawab jika tidak ada konsumen yang belum terima unit sesuai perjanjian.
"Tidak ada yang belum terima (unit apartemen) sesuai dengan perjanjian," kata James kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kemudian menambahkan soal nasib konsumen Meikarta. Pria yang akrab disapa Ara itu menyebut sudah melalui dua tahap proses pengembalian dana kepada konsumen.
"Sudah ada 2 tahap yang kemarin dari Pak James, jadi kami ada BENAR PKP dan kami sudah sampaikan sudah ada dua tahap pembayaran kepada konsumen (refund), silahkan cek ya," papar Ara
Dalam pemberitaan sebelumnya, PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang Apartemen Meikarta mengklaim lebih dari 3.600 unit telah diserahkan serta lebih dari 16.500 unit diselesaikan sepanjang 2025.
Namun, di sisi lain masih banyak konsumen Meikarta yang mengadu karena belum mendapatkan refund maupun unit untuk dihuni. Bahkan, sejumlah konsumen yang terbagung dalam Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen Meikarta (PKPKM) mendatangi kantor Kementerian PKP pada Selasa (27/1).
Ketua PKPKM Yosafat Erland mengatakan alasan konsumen menggeruduk kantor Kementerian PKP untuk meminta kejelasan soal nasib konsumen yang belum mendapatkan refund. Sebab Kementerian PKP berencana akan membangun rumah susun (rusun) subsidi sebanyak 100 ribu unit di Meikarta.
Padahal, masih ada banyak konsumen Meikarta yang belum mendapatkan pengembalian dana sampai sekarang. Kondisi ini yang membuat sejumlah konsumen bertanya-tanya tentang kepastian nasib mereka.
"Sudah mau setahun ini (belum dapat refund) tiba-tiba muncul berita bahwa Kementerian PKP akan membangun rusun subsidi di Meikarta. Jadi kami bertanya-tanya nasib kami ini bagaimana? Apa masalah kami selesai atau enggak," ucap Yosafat.
(abr/zlf)











































