Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam National Trust for Historic Preservation yang menggugatnya untuk berhentikan proyek ballroom atau aula. Gugatan itu disebut konyol, lalu dia tetap akan melanjutkan renovasi Gedung Putih.
"Membuat hadiah besar untuk AS dianggap oleh hampir semua orang sebagai 'HAL YANG LUAR BIASA UNTUK DILAKUKAN,'" kata Trump di Truth Social, dikutip dari New York Post, Rabu (28/1/2026).
"Namun tidak, seperti biasa, saya digugat, kali ini oleh National (No!) Trust for Historic Preservation yang berhaluan kiri radikal, sebuah kelompok yang sama sekali tidak peduli dengan negara kita!" lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, National Trust for Historic Preservation yang dipercayakan kongres untuk melestarikan bangunan bersejarah menggugat pemerintahan Trump pada December terkait pembongkaran Sayap Timur pada Oktober lalu.
Selain itu, Hakim Richard Leon sebelumnya juga mengungkapkan skeptisisme tentang pembenaran hukum renovasi Gedung Putih. Ia menyebut pemerintahan Trump berusaha mengambil 'jalan pintas' untuk menghindari kongres.
Trump memang sudah sejak lama ingin merenovasi Gedung Putih. Ia bahkan menawarkan untuk membiayai pembangunan semasa pemerintahan Obama.
Sejak kembali menjadi presiden pada periode kedua, Trump gencar memodifikasi Gedung Putih. Ia mengaspal halaman rumput, renovasi ruangan, hingga merombak kamar mandi. Namun, proyek ballroom ini menjadi highlight dari renovasi Gedung Putih.
Dia sudah lama membanggakan proyek ballroom itu. Trump mengklaim ballroom dilengkapi jendela anti peluru dan fitur keamanan canggih lainnya.
"Tidak ada cara praktis atau masuk akal untuk berhenti. SUDAH TERLANJUR," tegasnya.
"Yang disebut 'para pelestari,' yang mendapatkan uang mereka dari tempat-tempat yang paling tidak biasa, seharusnya tidak diizinkan untuk menghentikan renovasi yang sangat dibutuhkan Gedung Putih yang AGUNG, sebuah tempat di mana seorang presiden tidak pernah membutuhkan izin untuk mengubah atau memperindah," lanjutnya.
Sementara itu, juru bicara National Trust mengatakan akan terus mengadvokasi kepatuhan perizinan terkait proyek bangunan bersejarah.
"Kami sepenuhnya berkomitmen untuk menjunjung tinggi kepentingan publik Amerika dan mengadvokasi kepatuhan terhadap semua proses peninjauan dan persetujuan yang diwajibkan secara hukum-dan kesempatan bagi rakyat Amerika untuk memberikan masukan pada proyek yang berdampak pada salah satu bangunan paling bersejarah di negara kita," ucap seorang jubir National Trust kepada The Post.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/das)










































