Para Ajudan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membeberkan rencana lanjutan proyek ballroom di Sayap Timur Gedung Putih. Di tengah gugatan yang menuntut proyek untuk diberhentikan sementara, Trump justru mengemukakan rencana menambah struktur bangunan di Sayap Barat.
Rencana tersebut disampaikan dalam pertemuan publik Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional (NCPC). Dalam forum itu, pihak Gedung Putih juga memaparkan detail pembangunan ballroom seluas hampir 90.000 kaki persegi di Sayap Timur Gedung Putih.
Melansir Reuters, Jumat (9/1/2026), pertemuan publik tersebut merupakan kali pertama rencana proyek Ballroom dipresentasikan dan diungkap ke publik. Sebelumnya, Trump telah digugat oleh Organisasi Pelestarian Sejarah karena membongkar Sayap Timur Gedung Putih tanpa persetujuan kongres, tinjauan hukum, dan keterlibatan suara publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugatan tersebut meminta Trump menghentikan sementara proyek pembangunan. Alih-alih merespon gugatan, Pihak Gedung Putih justru membuat lini masa yang singkat untuk dapatkan persetujuan pembangunan proyek.
Sesuai jadwal dari lini masa singkatnya, pada 8 Januari 2026, Gedung Putih menggelar presentasi informatif di hadapan komisi pengawasan gedung federal. Trump berencana untuk menambah struktur di Sayap Barat Gedung Putih demi menjaga kesimetrisan kompleks bersejarah itu.
Rencana Penambahan Lantai di Sayap Barat Gedung Putih Picu Kekhawatiran Sejarah
Melansir ABC News, arsitek proyek Shalom Baranes mengatakan Gedung Putih mempertimbangkan penambahan satu lantai pada deretan tiang Sayap Barat. Proyek akan dilakukan setelah ballroom Sayap Timur rampung. "Oleh karena itu, Gedung Putih sedang mempertimbangkan gagasan penambahan satu lantai sederhana pada deretan tiang di Sayap Barat, yang akan berfungsi untuk mengembalikan rasa simetri di sekitar paviliun pusat aslinya," ujarnya seperti dikutip ABC News.
Rencana ini muncul setelah diumumkan bahwa ballroom baru akan dihubungkan dengan Ruang Timur Gedung Putih melalui deretan tiang-tiang kolom dua lantai. Perubahan besar ini memicu kekhawatiran akan dominasi visual bangunan baru terhadap struktur lama.
Baranes juga mengklarifikasi detail proyek, bahwa perluasan Sayap Timur akan mencakup lantai kedua. Lengkap dengan langit-langit ballroom setinggi 40 kaki, luas sekitar 22.000 kaki persegi, dan mampu menampung hingga 1.000 tamu yang duduk.
Ketua Dewan Kota Washington sekaligus anggota NCPC, Phil Mendelson, menyebut desain Sayap Timur berpotensi tampak terlalu mendominasi struktur Gedung Putih yang sudah ada. Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh para pelestari sejarah yang menggugat proyek ini sejak Desember lalu.
Trump Minta Kebut Proyek, Anggaran Semakin Bengkak
Dalam laporan ABC News, Trump berulang kali menaikkan skala dan anggaran proyek ballroom. Kini diperkirakan telah menelan biaya sebesar US$ 400 juta atau Rp 6,7 triliun (kurs Rp 16.820) dari sumbangan swasta, jauh di atas estimasi awal US$ 200 juta atau Rp 3,3 triliun. Malah sekarang akan ditambah dengan rencana pembangunan struktur di Sayap Barat.
Para ajudan Trump tetap bersikeras dengan menyatakan bahwa Gedung Putih saat ini tidak mampu mengakomodasi jamuan kenegaraan skala besar tanpa infrastruktur permanen. Selama ini, Trump kerap mengandalkan tenda-tenda sementara di halaman Gedung Putih.
Dalam pembelaannya, Departemen Kehakiman AS turut menegaskan bahwa tanpa ballroom permanen, Gedung Putih tidak lagi mampu memenuhi tugas konstitusional presiden untuk menjamu pejabat asing.
"Oleh karena itu, sangatlah tepat bahwa kediaman dan tempat kerja presiden dilengkapi untuk tujuan tersebut," isi argumen Departemen Kehakiman, dikutip ABC News.
Gedung Putih akan melanjutkan pemaparan akhir proyek kepada Komisi Seni Rupa di bulan Februari dan pada Komisi Perencanaan Gedung Kapital Nasional di bulan Maret. Sementara, dokumen rencana final akan diserahkan di akhir Januari.
Trump menargetkan pembangunan rampung sebelum masa jabatannya berakhir dalam tiga tahun. Ia bahkan sudah memilih marmer serta batu onyx untuk ballroom saat dirinya berlibur ke Florida.
Jauh sebelum pembongkaran Sayap Timur dimulai, Trump menegaskan bahwa ballroom tidak akan menyatu dengan bangunan utama Gedung Putih dan akan dibangun terpisah. Namun pada Oktober, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa seluruh Sayap Timur telah dibongkar untuk proyek tersebut. Ballroom dengan ukuran raksasa akan segera berdiri di lokasi Sayap Timur. Hal itulah yang membuat munculnya gagasan untuk penambahan struktur bangunan di Sayap Barat demi menjaga keselarasan visual Gedung Putih.
(das/das)










































