Kawasan Padat Menteng Disulap Jadi Kampung Kuliner, 52 Rumah Dipermak

Kawasan Padat Menteng Disulap Jadi Kampung Kuliner, 52 Rumah Dipermak

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 28 Jan 2026 19:47 WIB
Kawasan Padat Menteng Disulap Jadi Kampung Kuliner, 52 Rumah Dipermak
Menteri PKP Maruarar Sirait (Foto: Sekar Aqillah Indraswari/detikcom)
Jakarta -
Peta Kampung Kuliner MentengPeta Kampung Kuliner Menteng Foto: Sekar Aqillah Indraswari/detikcom

Pemerintah akan mempercantik kawasan padat penduduk di Menteng, Jakarta Pusat menjadi kawasan wisata kuliner bernama Kampung Kuliner Menteng Tenggulung.

Nantinya sebanyak 52 rumah di beberapa titik akan direnovasi oleh pemerintah, dengan 2 di antaranya sudah selesai direnovasi pada Minggu ini. Lalu, 23 rumah di antaranya akan membuka warung makanan berbeda-beda. Lokasi rumah-rumah ini menyebar di RT04, RW 01.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan seluruh proyek renovasi Kampung Kuliner di Menteng ini tidak memakai APBN, melainkan dari dana gotong royong senilai Rp 5,2 miliar. Salah satu dananya dari Ara sendiri sebesar Rp 200 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti kita sudah ada Rp 5,2 miliar. Itu tanpa APBN, nggak pakai uang negara, semua gotong royong. Ibu Sri (Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati) kemarin jumlah berapa? Rp 10 juta. Kepala BPS (Amalia Adininggar Widyasanti)? Rp 10 juta, saya (Maruarar Sirait) berapa? Rp 200 juta," ujarnya bersama Sri dan Amalia di Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/1/2026).

Bukan hanya renovasi rumah yang dibiayai pemerintah, warga yang membuka warung makanan juga akan dibina oleh 10 bank negara dan swasta, di antaranya Nobu Bank, hiBank, BCA, CIMB Niaga, BTN, Bank jago, Bank Artha Graha Internasional, dan lainnya.

ADVERTISEMENT

"Rata-rata membina 2-3 UMKM. Totalnya ada 23 (UMKM)," sebut Ara.

Kuliner yang disajikan adalah makanan yang sudah dikenal oleh masyarakat dan terjangkau, seperti gorengan, makanan kecil, nasi uduk, kopi, Indomie, sate, seblak, lontong, seblak, hingga lauk pauk.


Kemudian PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) akan ikut serta dalam pembiayaan mikro untuk ibu-ibu di lingkungan tersebut.

"Saya banyak menemukan maaf ya ibu-ibu yang mungkin suaminya sakit, tidak bekerja, atau single parent, anak-anaknya butuh sekolah, dengan bantuan SMF dan PNM, mereka bisa jadi tulang punggung keluarga yang menghasilkan," ungkap Ara.

Selain merenovasi rumah dan tempat usaha warga, Kementerian PKP bersama Pemerintah Provinsi Jakarta akan menata dan mempercantik saluran, kali, tempat sampah, lahan parkir, hingga jalan. Untuk infrastruktur dan fasilitas umum (fasum) ini, dananya akan dibantu oleh APBD Jakarta, bukan dari dana gotong royong tadi.

Proyek Kampung Kuliner Menteng Tenggulung ini akan melibatkan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta. Ditemui di tempat yang sama, Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto mengungkapkan semua rumah yang akan direnovasi akan didesain ulang oleh arsitek berbeda. Mereka melakukan tanpa pungutan biaya alias gratis sebagai bagian dari kegiatan dari Lembaga Bantuan Arsitektur (LBA) yang baru diluncurkan akhir tahun lalu.

Teguh mengatakan proyek Kampung Kuliner Menteng Tenggulung akan dimulai setelah Idul Fitri dan akan selesai dalam 4 bulan.

"Kita ditargetkan pak Menteri setelah lebaran pembangunan fisiknya. Mungkin sekitar 4 bulan bisa selesai," ungkap Teguh.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membuat program renovasi rumah berkonsep gotong royong untuk pendanaannya, yakni bekerja sama dengan pemerintah daerah dan CSR.

"Kami juga kerjasama tentunya dengan pemerintah daerah ya. Dalam waktu dekat ini melalui program CSR. Kita sudah mulai di 2 rumah. Tapi insya Allah nanti akan ada paling nggak 50 rumah dulu yang CSR," ujar Sri.

Program renovasi ini berbeda dengan konsep yang biasa mereka buat. Kementerian PKP menyasar pemilik rumah yang pekerjaan sehari-harinya adalah pedagang. Mereka ingin membuat rumah yang telah direnovasi dan lingkungannya diubah menjadi pusat kuliner.

"Konsepnya tidak hanya memperbaiki rumah. Kita data tuh, mana rumah-rumah yang punya usaha. Nanti kita ingin dress up daerah itu menjadi tempat kuliner. Jadi nanti kita bikin konsep. Alurnya bagaimana. Nanti sungai-sungainya dibikin rapi," jelasnya.

Ara menambahkan program ini pasti tidak semudah yang dibayangkan. Namun, ia optimis program ini dapat berdampak baik bagi masyarakat di sana dan menggerakkan roda perekonomian warga di sana karena ada pusat ekonomi.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads