Aneh tapi Nyata! Kota Ini Mengapung di Laut Pakai Jutaan Pohon

Aneh tapi Nyata! Kota Ini Mengapung di Laut Pakai Jutaan Pohon

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Rabu, 28 Jan 2026 06:45 WIB
Aneh tapi Nyata! Kota Ini Mengapung di Laut Pakai Jutaan Pohon
Kota Mengapung Venesia, Italia. Foto: REUTERS/Manuel Silvestri
Jakarta -

Keindahan kota Venesia, Italia, terletak pada bangunan yang dikelilingi perairan atau bisa dibilang mengapung di lautan. Namun, ternyata di bawahnya, terdapat jutaan tiang kayu yang menopang kota.

Dilansir BBC, Venesia dibangun sekitar 1600 tahun lalu menggunakan fondasi kayu yang menancap dasar laut. Kayu yang digunakan dari pohon ek, pinus, cemara, hingga elm.

Ukuran tiang kayu beragam, kurang dari 1 meter hingga 3,5 meter. Tiang kayu itu telah menopang bangunan batu hingga menara lonceng selama berabad-abad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teknologi yang digunakan sangat berbeda dari struktur modern yang ditopang beton bertulang dan baja. Terlepas dari kekuatannya, hanya sedikit fondasi yang mampu bertahan selama fondasi Venesia.

Teknik tiang pacang Venesia sangat menarik lantaran geometrinya dan ketahanannya sudah berusia berabad-abad. Tidak diketahui pasti berapa juta tiang pancang di bawah kota itu.

ADVERTISEMENT

Adapun beberapa hal yang diketahui adalah 14 ribu tiang kayu tersusun rapat di bawah Jembatan Rialto dan 10 ribu pohon ek di bawah Basilika San Marco pada 832 M.

Profesor kimia lingkungan dan warisan budaya di Universitas Venesia Caterina Francesca Izzo, mengaku sudah tahu ada pepohonan di bawah bangunan di Venesia.

"Semasa kecil, seperti orang lain, saya tahu bahwa di bawah bangunan-bangunan Venesia, terdapat pepohonan Cadore (wilayah pegunungan di sebelah Venesia). Tetapi saya tidak tahu bagaimana tumpukan-tumpukan itu ditempatkan, bagaimana cara menghitung dan merobohkannya," kata Izzo, dikutip dari BBC, Senin (26/1/2026).

Tiang-tiang pancang kayu itu ditancapkan sedalam mungkin sampai tidak dapat dipukul lagi. Pemasangan fondasi mulai dari pinggiran, menuju area tengah kota. Biasanya, disiapkan sembilan tiang pancang untuk setiap area meter persegi.

Kepala pohon digergaji untuk mendapatkan permukaan yang rata. Permukaan itulah yang berada di bawah permukaan laut.

Selain itu, terdapat struktur kayu melintang berupa papan atau balok yang digelar di atas tiang kayu. Pada menara lonceng, balok atau papan ini ketebalan hingga 50 cm, sedangkan bangunan lain dimensinya 20 cm atau kurang.

Nah, di atas fondasi kayu, para pekerja akan meletakkan batu bangunan. Fondasi tersebut berfungsi seperti kolom panjang atau kaki meja.

Di samping itu, struktur yang kokoh ini juga berkat tanah atau lumpur yang memberikan friksi. Prinsip ini untuk memperkuat tanah dengan menancapkan tiang pancang sebanyak mungkin sehingga meningkatkan gesekan yang signifikan antara tiang pancang dan tanah.

Profesor arsitektur asal University of Illinois, Thomas Leslie, mengatakan metode ini memanfaatkan sifat likuid tanah untuk memberikan daya tahan agar bangunan tetap berdiri tegak. Dengan begitu, tanah dapat menahan tiang kayu yang dalam jumlah banyak.

Ilustrasi fondasi kayu di bawah kota Venesia.Ilustrasi fondasi kayu di bawah kota Venesia. Foto: Emmanuel Lafont/BBC

Setelah lebih dari satu milenium, fondasi Venesia tetap kokoh. Meski demikian, bukan berarti tiang kayu itu tahan dari kerusakan ya.

Sekitar sepuluh tahun lalu, Universitas Padova dan Venesia menginvestigasi kondisi fondasi kota, salah satunya menara lonceng di Gereja Frari. Menara itu dibangun pada 1440 di atas tiang kayu alder. Mereka menemukan, bangunan tersebut sudah mulai tenggelam sebanyak 1 milimeter setiap tahun.

Dibandingkan dengan gereja atau bangunan lainnya, menara lonceng ini mempunyai beban yang lebih besar yang tersebar di permukaan yang lebih kecil. Hal ini yang membuatnya tenggelam lebih dalam dan cepat.

Tim investasi itu juga menemukan struktur bangunan mengalami kerusakan pada fondasi kayunya. Terdapat bakteri yang menggerogoti kayu.

Meski kayu rusak, bangunan di Venesia masih berdiri kokoh berkat sistem di bawah laut. Mulai dari sistem air, lumpur, dan kayu bersama-sama memberikan tekanan besar sehingga struktur bangunan kuat. Adapun sel kayu yang kosong terisi dengan air.

Walaupun tiang-tiang kayu rusak, seluruh sistem kayu, air, dan lumpur tetap menyatu di bawah tekanan yang sangat besar. Dengan begitu, kota bisa tetap mengapung selama berabad-abad.

"Apakah ada yang perlu dikhawatirkan? Ya dan tidak, tetapi kita tetap harus mempertimbangkan untuk melanjutkan jenis penelitian ini," kata Izzo.

Bukan cuma Venesia, Amsterdam juga kota yang dibangun sebagian dengan tiang kayu. Bahkan, beberapa kota di bagian utara Eropa juga sempat menggunakan teknik ini.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads