Di balik keindahan rumah-rumah vertikal di Belanda, ternyata bentuk sebenarnya tidak wajar. Rumah-rumah di pinggiran kanal itu jika dilihat dari dekat tampak miring.
Pemandangan seperti ini bukan hanya terjadi pada satu rumah, melainkan bisa satu deret di jalan yang sama. Kenapa?
Struktur Tanah di Belanda
Dilansir dari Expatica, tanah di Amsterdam berbeda dengan Indonesia. Permukaan tanah di sana lebih rendah dari permukaan laut. Untuk dapat dipijak dan kokoh bak daratan pada umumnya, mereka melakukan teknik reklamasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanah Amsterdam terdiri dari lapisan gambut dan tanah liat lunak setebal beberapa meter. Untuk membantu bangunan berdiri di atasnya, mereka memakai tiang yang ditancap hingga lapisan pasir padat pertama.
Rumah-rumah yang saat ini berdiri sudah diberi tiang pancang dari kayu. Tiang pancang tersebut telah ditancap sedalam beberapa meter ke dalam tanah basah. Kemudian, tiang pancang tersebut diisi dengan semen agar lebih kokoh.
Jika rumah-rumah di Amsterdam tidak dibangun di atas tiang, rumah-rumah itu akan tenggelam ke dalam tanah rawa. Saat ini, para pekerja konstruksi mengebor tiang-tiang tersebut lebih dalam hingga mencapai lapisan pasir kedua.
Alasan Rumah di Belanda Miring
Meskipun sudah ada tiang pancang dari kayu, kerusakan tetap bisa terjadi. Apalagi umur rumah-rumah di pinggiran kanal tersebut sudah berabad-abad. Pada masa itu kualitas tiang-tiang kayu belum sebagus sekarang, tidak cukup panjang dan tidak cukup tebal.
Lalu, ditemukan beberapa tiang mengalami pembusukan karena badan pengelola air sempat menurunkan permukaan air. Tiang-tiang yang biasa di bawah, terpapar oksigen dan mulai membusuk. Ketika fondasinya perlahan membusuk, seluruh rumah di Amsterdam itu mulai miring ke satu sisi.
Alasan lainnya adalah bobot bangunan yang semakin berat karena pertambahan jumlah lantai membuat bangunan semakin turun. Khususnya di lingkungan Jordaan di Amsterdam, banyak rumah yang ambles ke dalam tanah setelah penambahan lantai ekstra.
Apa Bisa Direnovasi?
Selama rumah-rumah itu berdekatan dan saling berdempetan, dipastikan masih bisa kokoh berdiri. Namun, ketika salah satu rumah dalam deretan itu direnovasi atau mulai dipindahkan dan tiang-tiang penyangganya juga ditemukan kerusakan, otomatis akan mempengaruhi rumah di jalan yang sama.
Rumah-rumah di sudut jalan yang tidak memiliki bangunan tetangga di salah satu sisinya, paling rentan karena tidak ada rumah di sebelahnya untuk dijadikan sandaran.
Itulah alasan kenapa rumah di Belanda terlihat miring, semoga bermanfaat.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/abr)











































