Memasuki 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menetapkan target program perumahan. Salah satunya, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menargetkan ratusan rumah susun (rusun) subsidi dibangun tahun ini.
"Kita pastikan ratusan rumah subsidi rusun kita bangun tahun ini tahun 2026," ujar Ara di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Hal itu disampaikan dalam acara 'Silaturahmi dan Koordinasi Awal Tahun Ekosistem Perumahan'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ara mengatakan rumah subsidi sudah menjadi prioritas pertamanya ketika tujuh bulan pertama menjabat sebagai menteri. Menurutnya, rumah subsidi merupakan solusi untuk menangani backlog kepemilikan rumah yang sebesar 9,9 juta unit.
Untuk tahun ini, ia akan mulai pembangunan rusun subsidi. Ia pun mengajak para pengembang untuk ikut membangun rusun subsidi di perumahan mereka.
Pembangunan rusun rencananya diawali di Meikarta tahun ini. Ia menyebut Bos Lippo Group James Riady sudah menyiapkan lahan.
"Untuk rumah susun saya berharap jangan lama-lama segera dibangun Bu Sri (Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Hariyati), Pak James (Bos Lippo Group James Riady) segera dibuat, fokus di situ," tuturnya.
"Harus tahun ini (bangun rusun subsidi), yang pertama di Meikarta tadi sudah dijelaskan. Pak James sudah siapkan (lahan). (Luas lahan) saya rasa besar. Nanti kita pastikan," ucapnya kepada awak media.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel memaparkan target Kementerian PKP selama 2026. Program 3 Juta Rumah tetap menjadi agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Pemerintah menargetkan dukungan sekitar 790.000 unit rumah dengan total dukungan sampai dengan Rp 58 triliun. Ini sudah disampaikan Bapak Presiden pada saat penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN tahun 2026," ucapnya.
Selanjutnya, target penyaluran rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) memiliki target 350 ribu unit. Program renovasi rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) memiliki target 400 ribu unit.
Kemudian, insentif PPN DTP juga dilanjutkan tahun ini. Insentif tersebut dapat diakses oleh 40 ribu unit rumah komersial. Lalu, kredit program perumahan juga masih memiliki target sampai dengan Rp 130 triliun.
Anggaran Kementerian PKP meningkat pesat menjadi Rp 10,89 triliun dengan target 406.357 unit rumah. Adapun 400 ribu di antaranya adalah untuk renovasi rumah rakyat melalui BSPS. Selain itu akan ada pembangunan 743 unit atau 22 tower rusun lanjutan. Kemudian, akan dilaksanakan pembangunan 607 unit rumah khusus, bantuan PSU sebanyak 2.007 unit serta penanganan kawasan kumuh di 15 lokasi dan 3.000 unit sanitasi.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/abr)











































