Kebayang nggak kalau semua penduduk kota tinggal di satu gedung? Tapi jangan salah ya, karena penduduk di kota ini jumlahnya nggak sampai 300 orang.
Ya, penduduk di Kota Whittier, Alaska jumlahnya disebut tidak lebih dari 272 orang. Mereka semua tinggal di Begich Tower Condominium.
Di dalam gedung 14 lantai itu sudah lengkap banget! Selain hunian, di dalamnya juga ada tempat laundry, kantor pos, rumah ibadah, toko, terowongan ke sekolah dan taman bermain, bahkan kantor polisi.
Hal ini bukan tanpa alasan. Dilansir dari New York Post, kota ini terletak di pantai Passage Canal, sekitar 60 mil dari Anchorage yang dikepung perairan dan pegunungan. Akses menuju kota ini selain melalui kapal, bisa melalui jalur darat yakni terowongan di bawah gletser yang tidak bisa diakses 24 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila cuaca bagus, terowongan tersebut biasa ditutup pukul 22.30. Namun, apabila terjadi badai atau cuaca buruk, terowongan tersebut ditutup lebih cepat, sekitar pukul 21.30 waktu setempat.
Kalau musim dingin, suhunya bisa -20°C dan kecepatan anginnya bisa mencapai 60 meter per jam, dilansir dari metro.co.uk.
Selama Perang Dunia II, Angkatan Darat AS membangun Whittier karena lokasinya terletak di tengah pegunungan dan diselimuti oleh awan tebal sehingga sulit untuk menemukan kota tersebut. Gedung itu dulunya bekas hunian keluarga tentara Amerika Serikat pada 1950-an.
Kala itu, ada sekitar 1.200 orang yang tinggal di sana. Karena perang usai, akhirnya mereka mulai pergi satu per satu tapi juga masih ada yang menetap di sana.
Sebenarnya, gedung di Whittier bukan hanya Begich Tower saja, ada yang namanya Buckner Building. Gedung itu dulunya dipakai untuk menunjang perumahan, menjadi area hiburan dan layanan kesehatan sekitar tahun 1950-1953. Tapi pada 1970-an menjadi milik pribadi, mengalami vandalisme hingga akhirnya rusak.
Kota Whittier menjadi kota mandiri sejak angkatan militer Amerika Serikat meninggalkan daerah tersebut pada 1960-an. Meskipun ditinggalkan, fasilitas seperti bangunan dan pelabuhan di kota tersebut masih dipertahankan, bahkan digunakan hingga saat ini.
Sumber pendapatan kota ini berasal dari Pelabuhan Whittier. Banyak bisnis yang berjalan di pelabuhan ini, seperti jasa angkutan barang, penangkapan ikan, rekreasi, hingga pariwisata.
